Fenomena ‘Kumpul Kebo’ Mewabah di Indonesia

- Penulis

Saturday, 4 July 2026 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Fenomena pasangan bukan suami-istri tinggal bersama atau kumpul kebo kian marak di Indonesia, bahkan merambah hingga ke kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Praktik yang masih dianggap tabu di wilayah Asia ini ternyata menyimpan dampak buruk, terutama bagi perempuan dan anak.

Laporan The Conversation menyebut pergeseran pandangan generasi muda terhadap pernikahan menjadi pemicu utama. Banyak anak muda yang menganggap pernikahan sebagai institusi normatif dengan aturan rumit. Sebagai gantinya, mereka memandang ‘kumpul kebo’ sebagai hubungan yang lebih murni dan bentuk nyata cinta.

Peneliti ahli muda BRIN, Yulinda Nurul Aini, mengungkapkan setidaknya tiga alasan pasangan memilih kohabitasi: beban finansial, prosedur perceraian rumit, hingga penerimaan sosial. Studi pada 2021 berjudul The Untold Story of Cohabitation menunjukkan fenomena ini lebih banyak terjadi di wilayah Timur Indonesia yang mayoritas penduduknya non-Muslim.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data Mencengangkan di Manado

Hasil analisis data Pendataan Keluarga 2021 (PK21) BKKBN mengungkap 0,6 persen penduduk Kota Manado melakukan kohabitasi. Dari total pasangan tersebut, 1,9 persen sedang hamil saat survei, 24,3 persen berusia di bawah 30 tahun, dan 83,7 persen berpendidikan SMA ke bawah.

“Ketika pasangan kohabitasi berpisah, tidak ada kerangka regulasi yang mengatur pembagian aset, hak waris, atau hak asuh anak,” jelas Yulinda, sebagaimana dikutip dari CNBC Indonesia.

Ancaman KDRT dan Trauma Anak

Data PK21 mencatat 69,1 persen pasangan kumpul kebo mengalami konflik, 0,62 persen di antaranya pisah ranjang hingga pisah tempat tinggal, dan 0,26 persen mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Anak-anak dari hubungan ini cenderung mengalami gangguan pertumbuhan, kesehatan, dan emosional.

“Anak dapat mengalami kebingungan identitas dan perasaan tidak diakui karena stigma dan diskriminasi terhadap status ‘anak haram’, bahkan dari anggota keluarga sendiri,” kata Yulinda. “Hal ini menyulitkan mereka menempatkan diri dalam struktur keluarga dan masyarakat.”

Dalam konteks ekonomi, perempuan dan anak paling terdampak karena tidak ada jaminan keamanan finansial seperti yang diatur dalam hukum perceraian. Ayah tidak memiliki kewajiban hukum memberi nafkah saat hubungan berakhir.

 

Penulis : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow WhatsApp Channel samudrapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kongres Umat Islam 2026 Bahas Aturan LGBT dan Hukuman Mati Koruptor
Bawa 2 Kg Sabu di Koper, Pria Asal Aceh Ditangkap di Jambi
Provinsi Aceh Peringkat Ketiga Polusi Udara Terparah
Massa Pendukung MBG Kecewa, Ditolak Temui Petinggi BGN, Dorong-dorongan hingga Lempar Botol!
Prabowo dan Modi Sepakat Bangun Pelabuhan Aceh-Andaman
Pertamina Buka Rekrutmen Internship, Daftar Cuma 5 Hari!
Kiamat Sunyi di Puncak Jayawijaya! Es Abadi Indonesia Hanya Tersisa 2%
Pipa Gas Aceh -Jawa Ditargetkan Rampung 2027, Bahlil: Ini Krusial untuk Industri
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 22 July 2026 - 18:53 WIB

Kongres Umat Islam 2026 Bahas Aturan LGBT dan Hukuman Mati Koruptor

Wednesday, 22 July 2026 - 02:27 WIB

Bawa 2 Kg Sabu di Koper, Pria Asal Aceh Ditangkap di Jambi

Tuesday, 21 July 2026 - 19:59 WIB

Provinsi Aceh Peringkat Ketiga Polusi Udara Terparah

Wednesday, 8 July 2026 - 19:00 WIB

Massa Pendukung MBG Kecewa, Ditolak Temui Petinggi BGN, Dorong-dorongan hingga Lempar Botol!

Tuesday, 7 July 2026 - 16:35 WIB

Prabowo dan Modi Sepakat Bangun Pelabuhan Aceh-Andaman

Berita Terbaru

Olahraga

18 Kali Tanding di Piala AFF, Timor Leste Tak Pernah Menang

Wednesday, 29 Jul 2026 - 21:58 WIB

Daerah

Beredar Kabar Rumah Kadis di Bengkulu Digeledah KPK

Saturday, 25 Jul 2026 - 03:35 WIB

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com