JAKARTA – Aksi pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) berakhir dengan kekecewaan pahit. Massa yang menggelar unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2026), gagal bertemu pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) meski sudah difasilitasi aparat kepolisian.
Kekecewaan memuncak ketika perwakilan massa yang diantar menggunakan mobil golf ke Kantor BGN kembali tanpa hasil. Padahal, mereka dijanjikan bisa bertemu langsung untuk menyampaikan aspirasi.
Merasa dikhianati, massa aksi memaksa bergerak menuju Kantor BGN. Aksi saling dorong pun tak terhindarkan antara massa dan aparat, bahkan sejumlah peserta aksi sempat melemparkan tempat air mineral ke arah polisi. Sesampai di kantor BGN, massa tetap menghadapi sikap dingin para petinggi yang enggan menemui mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mitra BGN Rugi Miliaran Rupiah
Koordinator Presidium Relawan, Mitra, dan Simpatisan Dukung Keberlanjutan MBG, Ahmad Yazdi, menyebut aksi ini dipicu sikap BGN yang menutup ruang dialog. Para mitra hanya ingin menyampaikan aspirasi terkait kelangsungan program MBG, yang kekhawatirannya kian besar seiring moratorium pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru.
“Karena ini semua informasi tertutup, kami tidak diberikan ruang untuk bisa berkomunikasi,” kata Yazdi.
Ia mengungkapkan banyak mitra yang telanjur membangun dapur dengan biaya Rp2 miliar hingga Rp3 miliar namun belum bisa dioperasikan. “Teman-teman 3T juga menjerit. Mereka seperti di-prank oleh negara, mendapatkan surat SK untuk mengerjakan dapur 3T, tapi berbulan-bulan tidak bisa beroperasi,” terang Yazdi.
Yazdi menyatakan bakal terus menyuarakan kegelisahan mereka sampai petinggi BGN mau membuka pintu dialog. “Ini akan kami terus gelorakan sampai pintu-pintu kebijakan itu terbuka,” pungkasnya.
Penulis : Redaksi














