LHOKSEUMAWE – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lhokseumawe mencatatkan prestasi luar biasa sepanjang Semester I Tahun 2026. Di bawah kepemimpinan Kasat Reskrim AKP Dr. Bustani, S.H., M.H., M.S.M., M.Si., M.I.K., M.T., M.Kn., satuan tersebut berhasil meraih tujuh penghargaan dari berbagai institusi!
Penghargaan itu berasal dari Polda Aceh, Pemerintah Kota Lhokseumawe, hingga internal Polri. Di antaranya Juara I Pengelolaan dan Penyelesaian Perkara Terbaik, Juara I Operasi Sikat, Juara I Fungsi Teknis Reserse Kriminal, penghargaan pengungkapan kasus senjata api, kasus pembunuhan, hingga penghargaan sebagai Satreskrim Berkinerja Terbaik Semester I 2026.
Filosofi Kerja: Proses, Bukan Penghargaan
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
AKP Dr. Bustani menegaskan penghargaan bukan tujuan utama. “Kami tidak pernah bekerja untuk mengejar penghargaan. Yang kami kejar adalah proses yang benar. Ketika proses dijalankan dengan disiplin, integritas, dedikasi, dan keikhlasan, maka penghargaan akan datang dengan sendirinya,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Ia menanamkan empat nilai utama kepada personel: disiplin, integritas, dedikasi, dan kerja sama. Dengan jargon “RIJANG” (Responsif, Partnership, Solutif, Humanis, Etis, Yuridis, dan Adaptif), pelayanan cepat kepada masyarakat menjadi prioritas.
“Inovasi dan Nilai Spiritual”
Bustani menghadirkan inovasi seperti program Rabu Belajar, evaluasi penyidikan melalui ‘Surat Cinta’, hingga Klinik Konsultan Hukum gratis. Ia bahkan mencantumkan nomor ponsel pribadinya di surat tanda terima laporan polisi agar masyarakat bisa berkomunikasi langsung.
“Komunikasi adalah kunci. Ketika komunikasi berjalan baik, kepercayaan publik akan tumbuh,” ungkapnya.
Ia juga mengawali setiap aktivitas dengan mengingatkan personel agar tidak meninggalkan ibadah dan meminta doa orang tua. “Doa orang tua dan ibadah menjadi kekuatan kami. Tugas penyidik sangat berat. Tanpa memohon pertolongan Allah SWT, akan banyak kendala,” katanya.
Akademisi di Balik Seragam
Di luar tugas kepolisian, Bustani aktif sebagai dosen Program Pasca Sarjana di Universitas Malikussaleh dan telah menulis 21 buku hukum, mulai dari korupsi hingga penegakan hukum era digital.
“Pendidikan adalah warisan terbaik. Ilmu akan membuka jalan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya,” pungkasnya.
Menutup wawancara, ia menyampaikan filosofi sederhana: “Kerja bijak, keselamatan masyarakat yang bermanfaat. Selama masyarakat terganggu keamanannya, Satreskrim hadir dengan pelayanan cepat, akurat, profesional, humanis, presisi, dan berkeadilan.”
Penulis : Agam














