BI Lhokseumawe Pacu Strategi 4K Kendalikan Inflasi dan Dongkrak Ekonomi Daerah

- Penulis

Monday, 22 September 2025 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lhokseumawe – Bank Indonesia Perwakilan Lhokseumawe dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggenjot sejumlah strategi untuk menstabilkan harga pangan jelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan tingkat tinggi (high level meeting) akhir Agustus lalu yang melibatkan Wali Kota dan jajaran Forkopimda.

Berbagai aksi konkret telah digelar, antara lain penyelenggaraan pasar murah sebanyak sebelas kali pada periode 26 Agustus hingga 4 September 2025. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pasar tani awal September dan pasar murah beras pada 18 September. Operasi pasar dan pemantauan (sidak) juga intensif dilakukan guna memastikan keterjangkauan harga dan kecukupan pasokan.

“BI bersama TPID akan terus meningkatkan sinergi pengendalian inflasi melalui kerangka strategi 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif,” ujar Prabu Dewanto, Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe, dalam keterangan persnya, Selasa (23/9/2025). Menurutnya, sinergi seluruh anggota TPID dan dukungan masyarakat menjadi kunci keberhasilan strategi tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Kota Lhokseumawe pada Agustus 2025 sebesar 4,32 persen secara tahunan (year-on-year). Sejumlah komoditas penyumbang inflasi terbesar adalah bawang merah, daging ayam ras, beras, cabai merah, dan ikan bandeng. Kenaikan harga didorong oleh faktor seperti meningkatnya permintaan daging ayam di tengah biaya pakan yang tinggi, pasokan beras yang terbatas sebelum musim panen, serta tren konsumsi ikan bandeng yang naik pada momen Maulid.

Dari UMKM hingga Ekonomi Syariah

Di luar pengendalian inflasi, BI Lhokseumawe juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sebanyak 27 UMKM di kota itu mendapat pembinaan berkelanjutan dan difasilitasi untuk mengikuti kurasi nasional serta pameran guna memperluas akses pasar. “Tujuannya agar mereka memiliki daya saing tidak hanya di level nasional, tetapi juga internasional,” jelas Prabu.

Pengembangan ekonomi syariah menjadi fokus lain mengingat mayoritas penduduknya muslim. BI Lhokseumawe menggulirkan pelatihan kemandirian untuk pondok pesantren, pendampingan peningkatan kapasitas SDM, dan penguatan literasi keuangan. Untuk memperkuat ekosistem, juga didorong pembentukan Zona KHAS (Kuliner Halal Aman Sehat) serta pelatihan sertifikasi halal bagi produk makanan dan juru sembelih.

Digitalisasi Pembayaran Melonjak

Dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi juga diwujudkan dengan mendorong digitalisasi sistem pembayaran. Hingga Juli 2025, tercatat lebih dari 89.000 merchant di wilayah kerja BI Lhokseumawe telah menggunakan Quick Response Indonesian Standard (QRIS). Volume transaksinya mencapai 5,53 juta dengan nilai total Rp 567,8 miliar.

Sebagai langkah strategis, BI bersama Pemerintah Kota Lhokseumawe meluncurkan program percontohan QRIS Dinamis untuk Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 2.0. Inisiatif ini diharapkan dapat mempercepat adopsi transaksi digital, khususnya dalam elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.

Penulis : Agam

Editor : M. Agam Khalilullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow WhatsApp Channel samudrapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPS Aceh: 156 Ribu Orang Menganggur dan Alami Kenaikan
Mayoritas Penduduk Lhokseumawe Usia Produktif di Tahun 2024
Tumbuh 6,33 Persen, PDRB Per Kapita Kabupaten Aceh Tengah Konsisten Naik dalam Lima Tahun Terakhir
Pengantin Baru di Aceh Meninggal Sehari Usai Rangkaian Pesta Pernahikahan Selesai
Realisasi Pendapatan Pemkab Pidie Hingga April 2026 Tembus Rp395,94 Miliar
Naik Konsisten, PDRB Per Kapita Banda Aceh Jadi yang Teratas di Provinsi Aceh
KNPI Lhokseumawe: Penataan Waduk Bukan Sekadar Penertiban, Tapi Investasi Masa Depan Kota
PT PIM Bagikan Santunan ke 700 Anak Yatim dan Gelar Refleksi Akhir Tahun
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 7 May 2026 - 17:36 WIB

BPS Aceh: 156 Ribu Orang Menganggur dan Alami Kenaikan

Tuesday, 5 May 2026 - 08:42 WIB

Tumbuh 6,33 Persen, PDRB Per Kapita Kabupaten Aceh Tengah Konsisten Naik dalam Lima Tahun Terakhir

Monday, 4 May 2026 - 19:17 WIB

Pengantin Baru di Aceh Meninggal Sehari Usai Rangkaian Pesta Pernahikahan Selesai

Sunday, 3 May 2026 - 08:58 WIB

Realisasi Pendapatan Pemkab Pidie Hingga April 2026 Tembus Rp395,94 Miliar

Saturday, 2 May 2026 - 09:37 WIB

Naik Konsisten, PDRB Per Kapita Banda Aceh Jadi yang Teratas di Provinsi Aceh

Berita Terbaru

Olahraga

Michael Carrick Diprediksi Tetap Pimpin Setan Merah Musim Depan

Thursday, 7 May 2026 - 18:11 WIB

xr:d:DAFlIT9S0I0:33,j:2638379033923874426,t:23070508

Daerah

BPS Aceh: 156 Ribu Orang Menganggur dan Alami Kenaikan

Thursday, 7 May 2026 - 17:36 WIB

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com