Lhokseumawe – Kesejahteraan ekonomi masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah menunjukkan tren penguatan yang positif. Berdasarkan data tahun 2025, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) per kapita di daerah penghasil kopi tersebut kini menembus angka Rp50,1 juta per tahun.
Dalam lima tahun terakhir, PDRB ADHB per kapita Aceh Tengah tercatat konsisten merangkak naik. Pertumbuhan rata-rata tahunan majemuk (Compound Annual Growth Rate/CAGR) di wilayah ini mencapai 6,33 persen, lebih tinggi dibandingkan periode lima tahun sebelumnya.
Dinamika Pertumbuhan Ekonomi
Meski menunjukkan tren positif secara jangka panjang, laju kenaikan PDRB per kapita pada tahun ini terpantau sedikit melambat jika dikomparasikan dengan performa tahun lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menilik rekam jejak historisnya, Aceh Tengah pernah mencapai masa keemasan pertumbuhan pada tahun 2023, di mana angkanya melonjak hingga 9,46 persen. Sebaliknya, titik nadir pertumbuhan di kabupaten ini terjadi pada masa pandemi tahun 2020, dengan kontraksi sedalam -3,69 persen.
Posisi di Level Regional
Di tingkat Provinsi Aceh, Kabupaten Aceh Tengah memiliki daya saing ekonomi yang cukup kuat. Wilayah ini berhasil mengamankan posisi dalam lima besar kabupaten/kota dengan PDRB ADHB per kapita tertinggi di Tanah Rencong.
Namun, dalam cakupan yang lebih luas di level regional Sumatra, Kabupaten Aceh Tengah masih memiliki tantangan besar untuk bersaing dengan daerah lain. Berdasarkan peringkat di seluruh pulau, kabupaten ini tercatat menempati urutan ke-94.
Penulis : Agam













