Lhokseumawe – Sebuah kisah pilu yang menyayat hati viral di media sosial setelah diunggah kembali oleh akun @berbagisemangat pada Rabu, 29 April 2026. Momen yang seharusnya penuh kebahagiaan usai pesta pernikahan berubah menjadi duka mendalam bagi sebuah keluarga di Lembah Sabil, Aceh Barat Daya, Aceh.
Video tersebut menyoroti suasana di dalam kamar pengantin milik seorang perempuan bernama Liya. Alih-alih menjadi ruang istirahat bagi pasangan baru, kamar tersebut justru dipenuhi tumpukan kado pernikahan yang masih terbungkus rapi. Hadiah-hadiah dari tamu undangan itu kini menjadi saksi bisu kepergian sang mempelai perempuan.
“Sedihnya seorang ibu ditinggal anak wafat seusai resepsi, kini hanya kadonya yang tinggal kenangan,” tulis keterangan dalam video yang mengundang simpati luas dari netizen tersebut, sebagaimana dikutip dari Suara.com.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rangkaian Acara yang Padat
Berdasarkan informasi yang dihimpun, mendiang Liya baru saja menyelesaikan rangkaian prosesi pernikahan yang panjang dan menguras energi. Perjalanan menuju mahligai rumah tangga itu dimulai dengan akad nikah pada 2 April 2026.
Kegiatan berlanjut dengan puncak acara berupa resepsi dan tradisi Preh Linto (menerima mempelai pria) pada 20 April 2026, yang disusul dengan acara ngunduh mantu keesokan harinya, 21 April 2026. Namun, takdir berkata lain. Hanya berselang satu hari setelah seluruh rangkaian pesta usai, tepatnya pada 22 April 2026, Liya mengembuskan napas terakhirnya.
Kondisi Fisik yang Menurun
Kesehatan Liya memang sempat menjadi sorotan selama pesta berlangsung. Dalam beberapa potongan video yang beredar, kondisi fisiknya tampak tidak prima. Terdapat momen mengharukan sekaligus memprihatinkan saat sang suami harus menggendong Liya menuju pelaminan maupun saat turun dari kursi pengantin.
Hanifa Bride Studio, vendor yang menangani riasan pernikahan almarhumah, turut memberikan penghormatan terakhir melalui unggahan video kenangan. “Aku masih melihat senyummu bahagia di hari yang sudah lama kamu nantikan,” tulis akun vendor tersebut dalam pesan yang menyentuh.
Simpati dari Netizen
Kisah tragis ini memancing ribuan komentar dari warganet. Banyak yang berspekulasi bahwa jadwal pernikahan yang sangat padat memicu penurunan imunitas tubuh almarhumah akibat kelelahan yang luar biasa.
“Innalillahiwainnailaihirojiun, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Kemungkinan imun turun karena capek ya, jadwalnya padat,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.
Netizen lain juga menyoroti banyaknya kado yang ditinggalkan sebagai bukti bahwa Liya adalah sosok yang baik semasa hidupnya. Namun, bagi pihak keluarga, tumpukan hadiah tersebut tak mampu menggantikan sosok anak tercinta yang telah berpulang.
Penulis : Agam













