Jakarta – Nilai tukar rupiah tercatat melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis (25/9/2025). Berdasarkan data Refinitiv, hingga pukul 12.07 WIB, rupiah berada di posisi Rp16.735 per dolar AS, atau mengalami pelemahan 0,39 persen.
Mata uang domestik membuka perdagangan dengan sentimen negatif pada level Rp16.690 per dolar AS. Tekanan jual berlanjut sepanjang sesi pagi, hingga sempat menyentuh level terendah harian di Rp16.755 per dolar AS, sebelum sedikit menguat pada sesi siang.
Surya Wijaksana, Ekonom UOB Kayhian, menyoroti kombinasi faktor eksternal dan internal yang mendorong pelemahan. “Capital outflow terus terjadi, ditandai dengan kenaikan Credit Default Swap (CDS) Indonesia dari 70 basis poin menjadi 81 basis poin. Meski indeks dolar AS relatif stabil di kisaran 97-98, faktor domestik memberikan tekanan signifikan,” ujarnya kepada Tempo, Kamis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Surya, struktur kepemilikan surat utang negara yang kini didominasi bank domestik turut mempengaruhi volatilitas. “Spread suku bunga Indonesia-AS yang menyempit dan iklim investasi yang belum pulih pasca beberapa perubahan kebijakan turut memicu capital outflow, termasuk dari investor lokal,” paparnya.
Rully Wisnubroto, Ekonom Senior Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menambahkan bahwa sentimen pasar dipengaruhi kekhawatiran atas kebijakan fiskal pemerintahan baru. “Ada persepsi bahwa kebijakan fiskal yang ditempuh terlalu agresif dan kurang memperhatikan prinsip kehati-hatian, tercermin dari kenaikan CDS 5 tahun Indonesia,” jelas Rully.
Andry Asmoro, Ekonom Bank Mandiri, menegaskan bahwa lonjakan CDS Indonesia menjadi indikator kunci memburuknya persepsi risiko investor terhadap aset finansial Indonesia. “Peningkatan CDS mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas fiskal jangka menengah,” tandasnya.
Analis memprediksi rupiah masih akan mengalami volatilitas dalam sesi-sesi mendatang, seiring penantian pasar terhadap detail implementasi kebijakan fiskal pemerintah dan perkembangan suku bunga The Fed.
Penulis : Agam














