Kinerja CDIA Melonjak, Laba Bersih Tembus US$ 74,4 Juta

- Penulis

Monday, 15 September 2025 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang kuat pada paruh pertama tahun 2025. Emiten grup tersebut membukukan laba bersih sebesar US$ 74,4 juta, melonjak 347,5% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan perusahaan juga tumbuh 41,9% menjadi US$ 66,9 juta.

Pencapaian itu didorong terutama oleh kontribusi dari pilar bisnis logistik yang kini menjadi mesin pertumbuhan utama. Penguatan tersebut tidak lepas dari akuisisi terhadap PT Marina Indah Maritim dan PT Barito Investa Prima—yang kemudian berganti nama menjadi PT Chandra Investa Prima. Akuisisi ini memperkuat ekosistem logistik terintegrasi CDI Group, baik di sektor maritim maupun darat.

Direktur Perseroan, Jonathan Kandinata, mengatakan pencapaian ini menegaskan kekuatan model bisnis berkelanjutan dan portofolio infrastruktur yang terdiversifikasi. “Pencapaian ini juga menjadi pijakan bagi langkah penguatan modal yang telah kami lakukan, sekaligus menempatkan CDI Group pada posisi yang tepat untuk menangkap peluang pertumbuhan ke depan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak awal tahun, CDIA aktif memperkuat struktur permodalan. Perusahaan memperoleh pinjaman jangka panjang senilai Rp2 triliun dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk, serta tambahan penyertaan modal US$ 185 juta dari dua pemegang saham strategis: Chandra Asri Group dan EGCO Group. CDIA juga sukses menghimpun dana segar sebesar Rp2,4 triliun melalui penawaran umum perdana saham (IPO).

Jonathan menambahkan, pihaknya telah mengoperasikan dua kapal pengangkut gas ethylene untuk memperkuat kapabilitas maritim dan integrasi rantai pasok dengan Chandra Asri Group di Indonesia dan Singapura.

Dana hasil IPO dialokasikan untuk pengembangan bisnis. Sebanyak Rp0,9 triliun digunakan untuk penambahan armada kapal, sementara Rp1,5 triliun dialokasikan untuk pembangunan tangki penyimpanan, pipa ethylene, dan fasilitas pendukung yang memperkuat integrasi pelabuhan.

“Secara keseluruhan, inisiatif ini memperluas kapasitas layanan, memperdalam integrasi rantai nilai, dan memperkuat peran CDI Group sebagai penggerak utama konektivitas regional dan solusi infrastruktur,” pungkas Jonathan.

Penulis : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow WhatsApp Channel samudrapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Tembus Rp17.432 per Dolar AS
Dipicu Konflik Timur Tengah, Rupiah Berisiko Tembus Rp17.500
Ada Pengumuman Penting Besok, Sepertinya Bikin Kecewa
PHR Zona 1 Borong Lima Penghargaan di PR Indonesia Awards 2026
Rupiah Melemah ke Rp16.735, Analis Soroti Faktor Fiskal dan Capital Outflow
Kekayaan Purbaya Yudhi Sadewa yang Baru Dilantik Sebagai Menteri Keuangan
Pemerintah Buka Investasi Giant Sea Wall ke China, Nilai Proyek Capai Rp 1.298 Triliun
Profil Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Baru Dilantik
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 5 May 2026 - 08:09 WIB

Rupiah Tembus Rp17.432 per Dolar AS

Monday, 4 May 2026 - 14:51 WIB

Dipicu Konflik Timur Tengah, Rupiah Berisiko Tembus Rp17.500

Sunday, 3 May 2026 - 17:04 WIB

Ada Pengumuman Penting Besok, Sepertinya Bikin Kecewa

Friday, 20 February 2026 - 07:50 WIB

PHR Zona 1 Borong Lima Penghargaan di PR Indonesia Awards 2026

Thursday, 25 September 2025 - 05:51 WIB

Rupiah Melemah ke Rp16.735, Analis Soroti Faktor Fiskal dan Capital Outflow

Berita Terbaru

Olahraga

Michael Carrick Diprediksi Tetap Pimpin Setan Merah Musim Depan

Thursday, 7 May 2026 - 18:11 WIB

xr:d:DAFlIT9S0I0:33,j:2638379033923874426,t:23070508

Daerah

BPS Aceh: 156 Ribu Orang Menganggur dan Alami Kenaikan

Thursday, 7 May 2026 - 17:36 WIB

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com