Oei Tiong Ham: Raja Gula Asal Indonesia yang Pernah Kuasai Seperempat Singapura

- Penulis

Sunday, 31 August 2025 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Nama Oei Tiong Ham mungkin tenggelam dalam hiruk-pikuk sejarah bisnis Indonesia, namun jejak kekayaannya masih terpatri di Singapura melalui nama jalan dan gedung megah. Konglomerat asal Semarang ini disebut pernah menguasai aset properti seluas 182 km²—hampir seperempat total wilayah Singapura—pada era kolonial.

Pria kelahiran 1866 tersebut mewarisi bisnis Kian Gwan dari ayahnya, lalu mengubahnya menjadi kerajaan gula global Oei Tiong Ham Concern (OTHC). Pada 1911-1912, perusahaannya mengekspor 200 ribu ton gula dan menguasai 60% pasar gula Hindia Belanda, mengalahkan dominasi perusahaan Barat.

Kekayaannya diperkirakan mencapai 200 juta gulden—setara Rp43,4 triliun dalam nilai sekarang—berdasarkan catatan historis nilai gulden yang mampu membeli 20 kg beras per koinnya. Namun, tekanan fiskal pemerintah kolonial memaksanya hengkang ke Singapura pada 1920.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemerintah kolonial menagih pajak 35 juta gulden plus pajak ganda tanpa alasan jelas. Oei merasa diperas,” tulis Liem Tjwan Ling dalam Oei Tiong Ham: Raja Gula dari Semarang (1979).

Di Singapura, Oei membeli tanah secara masif, mendirikan sekolah, menyumbang pembangunan Raffles College, dan mengakuisisi Heap Eng Moh Steamship Company. Ia juga menjadi pemilik awal saham Overseas Chinese Bank (kini OCBC). Kebesaran namanya diabadikan dalam Oei Tiong Ham Hall di National University of Singapore dan Oei Tiong Ham Park.

Namun, kejayaan itu runtuh pasca-kematiannya pada 1924. Pada 1961, pemerintah Indonesia menyita seluruh aset OTHC di Indonesia dengan tuduhan pelanggaran valuta asing. Aset-aset itu kemudian menjadi cikal bakal BUMN PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

Keputusan pengadilan Semarang pada 10 Juli 1961 itu memusnahkan warisan bisnis Oei dalam semalam. Keturunannya pun menghilang dari panggung sejarah, meninggalkan jejak yang hanya bisa ditelusuri melalui arsip dan nama-nama di Singapura.

“Penyitaan itu adalah akhir dari sebuah dinasti bisnis yang pernah menguasai perdagangan gula dunia,” tulis Benny G. Setiono dalam Tionghoa dalam Pusaran Politik (2003).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow WhatsApp Channel samudrapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Eskalasi Iran-Israel Memanas, PMI Aceh Harapkan Peran Jusuf Kalla dalam Perdamaian Dunia
Solar Subsidi Dicabut, Pemerintah Umumkan Darurat
Demo Pelajar Timor Leste Ricuh Tolak Pembelian Mobil Mewah
Media Rusia Klaim George Soros Dalangi Unjuk Rasa di Indonesia
Israel Targetkan Bunuh Presiden Iran
Politisi AS Bakar Al-Quran dan Sebut Hanya Tuhan Israel yang Benar
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 27 March 2026 - 16:12 WIB

Eskalasi Iran-Israel Memanas, PMI Aceh Harapkan Peran Jusuf Kalla dalam Perdamaian Dunia

Thursday, 18 September 2025 - 14:24 WIB

Solar Subsidi Dicabut, Pemerintah Umumkan Darurat

Monday, 15 September 2025 - 12:53 WIB

Demo Pelajar Timor Leste Ricuh Tolak Pembelian Mobil Mewah

Monday, 1 September 2025 - 11:17 WIB

Media Rusia Klaim George Soros Dalangi Unjuk Rasa di Indonesia

Sunday, 31 August 2025 - 20:58 WIB

Oei Tiong Ham: Raja Gula Asal Indonesia yang Pernah Kuasai Seperempat Singapura

Berita Terbaru

Olahraga

Michael Carrick Diprediksi Tetap Pimpin Setan Merah Musim Depan

Thursday, 7 May 2026 - 18:11 WIB

xr:d:DAFlIT9S0I0:33,j:2638379033923874426,t:23070508

Daerah

BPS Aceh: 156 Ribu Orang Menganggur dan Alami Kenaikan

Thursday, 7 May 2026 - 17:36 WIB

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com