Solar Subsidi Dicabut, Pemerintah Umumkan Darurat

- Penulis

Thursday, 18 September 2025 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Pemerintah Ekuador menerapkan status darurat selama 60 hari menyusul kerusuhan besar-besaran yang dipicu pencabutan subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Presiden Daniel Noboa mengeluarkan dekrit darurat yang berlaku di seluruh 24 provinsi untuk meredam aksi protes yang berujung bentrokan antara massa dan aparat keamanan.

Dalam pernyataannya, Noboa menyebut situasi terkini sebagai “kerusuhan internal yang parah”. Angkatan bersenjata dan kepolisian nasional dikerahkan ke sejumlah kota, termasuk ibu kota Quito, tempat warga bentrok dengan polisi. Rekaman video menunjukkan pengunjuk rasa membongkar pagar dan penghalang jalan, sementara polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ekuador mengonfirmasi pengerahan pasukan tersebut bertujuan mencegah gangguan terhadap layanan publik dan menjaga kebebasan bergerak warga. “Deklarasi ini tidak memberlakukan jam malam, tetapi menangguhkan hak berkumpul yang bertujuan mengganggu layanan publik,” jelas pernyataan kedutaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pencabutan subsidi solar yang berlaku mulai Sabtu lalu memicu kenaikan harga signifikan—dari US$1,80 per galon menjadi US$2,80. Pemerintah beralasan kebijakan ini diperlukan untuk mengalihkan dana subsidi sebesar US$1,1 miliar per tahun ke program sosial lainnya. “Subsidi solar selama puluhan tahun membebani anggaran negara tanpa tepat sasaran,” tulis pemerintah melalui akun X.

Namun, warga menilai keputusan ini justru memberatkan kelompok miskin. Mekanisme stabilisasi harga yang dijanjikan akan diterapkan pada 11 Desember dinilai belum jelas detailnya, memperparah kekhawatiran masyarakat atas dampak kenaikan harga terhadap biaya hidup.

Langkah penghapusan subsidi solar sebenarnya bukan kali pertama dilakukan di Ekuador. Upaya serupa pada pemerintahan sebelumnya selalu menuai penolakan keras dan berujung pada gejolak sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow WhatsApp Channel samudrapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Eskalasi Iran-Israel Memanas, PMI Aceh Harapkan Peran Jusuf Kalla dalam Perdamaian Dunia
Demo Pelajar Timor Leste Ricuh Tolak Pembelian Mobil Mewah
Media Rusia Klaim George Soros Dalangi Unjuk Rasa di Indonesia
Oei Tiong Ham: Raja Gula Asal Indonesia yang Pernah Kuasai Seperempat Singapura
Israel Targetkan Bunuh Presiden Iran
Politisi AS Bakar Al-Quran dan Sebut Hanya Tuhan Israel yang Benar
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 27 March 2026 - 16:12 WIB

Eskalasi Iran-Israel Memanas, PMI Aceh Harapkan Peran Jusuf Kalla dalam Perdamaian Dunia

Thursday, 18 September 2025 - 14:24 WIB

Solar Subsidi Dicabut, Pemerintah Umumkan Darurat

Monday, 15 September 2025 - 12:53 WIB

Demo Pelajar Timor Leste Ricuh Tolak Pembelian Mobil Mewah

Monday, 1 September 2025 - 11:17 WIB

Media Rusia Klaim George Soros Dalangi Unjuk Rasa di Indonesia

Sunday, 31 August 2025 - 20:58 WIB

Oei Tiong Ham: Raja Gula Asal Indonesia yang Pernah Kuasai Seperempat Singapura

Berita Terbaru

Olahraga

Michael Carrick Diprediksi Tetap Pimpin Setan Merah Musim Depan

Thursday, 7 May 2026 - 18:11 WIB

xr:d:DAFlIT9S0I0:33,j:2638379033923874426,t:23070508

Daerah

BPS Aceh: 156 Ribu Orang Menganggur dan Alami Kenaikan

Thursday, 7 May 2026 - 17:36 WIB

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com