Rupiah Melemah ke Rp16.735, Analis Soroti Faktor Fiskal dan Capital Outflow

- Penulis

Thursday, 25 September 2025 - 05:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Nilai tukar rupiah tercatat melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis (25/9/2025). Berdasarkan data Refinitiv, hingga pukul 12.07 WIB, rupiah berada di posisi Rp16.735 per dolar AS, atau mengalami pelemahan 0,39 persen.

Mata uang domestik membuka perdagangan dengan sentimen negatif pada level Rp16.690 per dolar AS. Tekanan jual berlanjut sepanjang sesi pagi, hingga sempat menyentuh level terendah harian di Rp16.755 per dolar AS, sebelum sedikit menguat pada sesi siang.

Surya Wijaksana, Ekonom UOB Kayhian, menyoroti kombinasi faktor eksternal dan internal yang mendorong pelemahan. “Capital outflow terus terjadi, ditandai dengan kenaikan Credit Default Swap (CDS) Indonesia dari 70 basis poin menjadi 81 basis poin. Meski indeks dolar AS relatif stabil di kisaran 97-98, faktor domestik memberikan tekanan signifikan,” ujarnya kepada Tempo, Kamis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Surya, struktur kepemilikan surat utang negara yang kini didominasi bank domestik turut mempengaruhi volatilitas. “Spread suku bunga Indonesia-AS yang menyempit dan iklim investasi yang belum pulih pasca beberapa perubahan kebijakan turut memicu capital outflow, termasuk dari investor lokal,” paparnya.

Rully Wisnubroto, Ekonom Senior Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menambahkan bahwa sentimen pasar dipengaruhi kekhawatiran atas kebijakan fiskal pemerintahan baru. “Ada persepsi bahwa kebijakan fiskal yang ditempuh terlalu agresif dan kurang memperhatikan prinsip kehati-hatian, tercermin dari kenaikan CDS 5 tahun Indonesia,” jelas Rully.

Andry Asmoro, Ekonom Bank Mandiri, menegaskan bahwa lonjakan CDS Indonesia menjadi indikator kunci memburuknya persepsi risiko investor terhadap aset finansial Indonesia. “Peningkatan CDS mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas fiskal jangka menengah,” tandasnya.

Analis memprediksi rupiah masih akan mengalami volatilitas dalam sesi-sesi mendatang, seiring penantian pasar terhadap detail implementasi kebijakan fiskal pemerintah dan perkembangan suku bunga The Fed.

Penulis : Agam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow WhatsApp Channel samudrapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Tembus Rp17.432 per Dolar AS
Dipicu Konflik Timur Tengah, Rupiah Berisiko Tembus Rp17.500
Ada Pengumuman Penting Besok, Sepertinya Bikin Kecewa
PHR Zona 1 Borong Lima Penghargaan di PR Indonesia Awards 2026
Kinerja CDIA Melonjak, Laba Bersih Tembus US$ 74,4 Juta
Kekayaan Purbaya Yudhi Sadewa yang Baru Dilantik Sebagai Menteri Keuangan
Pemerintah Buka Investasi Giant Sea Wall ke China, Nilai Proyek Capai Rp 1.298 Triliun
Profil Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Baru Dilantik
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 5 May 2026 - 08:09 WIB

Rupiah Tembus Rp17.432 per Dolar AS

Monday, 4 May 2026 - 14:51 WIB

Dipicu Konflik Timur Tengah, Rupiah Berisiko Tembus Rp17.500

Sunday, 3 May 2026 - 17:04 WIB

Ada Pengumuman Penting Besok, Sepertinya Bikin Kecewa

Friday, 20 February 2026 - 07:50 WIB

PHR Zona 1 Borong Lima Penghargaan di PR Indonesia Awards 2026

Thursday, 25 September 2025 - 05:51 WIB

Rupiah Melemah ke Rp16.735, Analis Soroti Faktor Fiskal dan Capital Outflow

Berita Terbaru

Olahraga

Michael Carrick Diprediksi Tetap Pimpin Setan Merah Musim Depan

Thursday, 7 May 2026 - 18:11 WIB

xr:d:DAFlIT9S0I0:33,j:2638379033923874426,t:23070508

Daerah

BPS Aceh: 156 Ribu Orang Menganggur dan Alami Kenaikan

Thursday, 7 May 2026 - 17:36 WIB

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com