Di antara gemuruh industri dan semangat wirausaha Kota Lhokseumawe, tumbuh sebuah bisnis yang tidak hanya menjual produk, tetapi juga identitas dan keyakinan. Bylilu Hijab, sebuah brand fashion muslim lokal, telah merangkai perjalanan inspiratif dari kota yang dikenal degan sebutan “Petro Dolar” ini, hingga dikenal luas di berbagai penjuru Nusantara dan luar negeri.
Semuanya berawal dari sebuah ide sederhana pada tahun 2019, dimana anak dara yang cantik bernama Nur Lidya memulai langkah baru untuk berbisnis, yang dimulai dari sebuah kamar di kediamannya.
Kala itu ia hanya memproduksi hijab pashmina untuk dirinya saja, namun seiring waktu timbulah ide agar bisa diproduksi untuk diperkenalkan kepada kawan-kawan terdekatnya, apalagi dalam satu bidang kain bisa menghasilkan dua hijab pashmina.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Waktu itu awalnya saya hanya memproduksi hijab pashmina untuk diri saya sendiri, namun timbul lah ide bagaimana kalau di produksi juga utuk diperkenalkan kepada kawan terdekat. Satu bidang kain itu bisa menghasilkan dua hijab, satu saya pakai sendiri dan satunya lagi saya jual,” ujar Nur Lidya yang merupakan Founder Bylilu, Sabtu (6/9).
Wanita yang memiliki segudang penghargaan ini, memasarkan hasil produksinya itu hanya bermodalkan media sosial. Meskpin demikian, disambut baik oleh sejumlah pengguna media sosial, padahal saat itu hanya ada satu produk saja.
Perjalanan Bylilu Hijab tidak selalu mulus. Di awal berdirinya, tantangan seperti persaingan dengan brand besar, keterbatasan lainnya, dan distribusi menjadi hambatan serius. Namun, dengan strategi pemasaran digital yang gencar dan fokus pada kualitas produk, Bylilu perlahan-lahan mulai dikenal.
Seirig berjalannya waktu, pada tahun 2020 Nur Lidya berhasil membuka toko yang beralamat di Jalan Pase, Gampoeng Keude Aceh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Sehingga sebuat pamflet dengan tulisan yang khas bertuliskan Bylilu, terlihat dengan jelas di bangunan yang bewarna putih tersebut.

“Alhamdulillah pada tahun 2020 kita membuka offline store dan juga Bylilu Hijab semakin berkembang,” tutur Nur Lidya.
Bylilu Hijab yang awalnya hanya memproduksi satu produk saja, kini telah mampu menghasil sejumlah produk unggulan, karena setiap tema hijabnya mengangkat tema kearifan lokal, baik dari Kota Lhokseumawe, dengan tema “Hijab Asoe Nanggroe”, yang memberikan desain ikon Kota Lhokseumawe, yaitu Masjid Agung Islamic Center.
Bukan hanya itu saja, bahkan sejumlah produk-produk lainnya juga tidak jauh dengan tema tersebut, dengam memiliki desain etnik Aceh dalam setiap jenisnya, dengan tujuan agar kebudayaan Aceh bisa dikenal luas.
Keunikan Bylilu Hijab terletak pada desainnya yang modest yet trendy, dengan pilihan material yang nyaman untuk iklim tropis Indonesia. Setiap koleksinya dirancang untuk perempuan muslim modern yang ingin tampil percaya diri tanpa meninggalkan nilai-nilai syar’i.
Dipasarkan ke Luar Negeri
Di sebuah ruko sederhana bewarna putih di Jalan Pase, Gampoeng Keude Aceh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe we, sorot mata penuh determinasi terlihat sejumlah produk hijab yang unik dan menarik, yang siap untuk dikirim ke konsumen.
Brand Hijab asal Lhokseumawe yang sedang menapaki babak baru, yaitu go international, produk-produk unggulan Bylilu kini tidak hanya dipasarkan di wilayah Pulau Sumatera dan Pulau Jawa saja, bahkan sudah merambahkan ke luar negeri.
Produk tersebut mulai di ekspor ke sejumlah negara yaitu, Singapura, Malaysia Qatar dan Paris, pemesanan melalui order langsung secara digital, bahkan ada ada juga warga-warga Aceh yang sudah menetap di sejumlah negara itu yang ikut memesan.
“Alhamdulillah kini produk Bylilu tidak hanya di pasar di Aceh, Pulau Sumatera dan Jawa saja, kini sudah mulai dikirim ke luar negeri,” kata Nur Lidya.
Ia menambahkan, pada awal tahun 2025, dirinya sudah mengirimkan hijab ke Negara Qatar sebanyak 150 unit dan pada bulan Juni 2024 lalu juga telah mengirimkan 300 unit hijab etnik khas Aceh ke Negara Paris.
Kini, brand tersebut telah bertransformasi menjadi pelopor eksportir produk hijab asal Kota Lhokseumawe yang mampu menembus pasar luar negeri. Perjalanan menuju ekspor tidak mudah. Butuh proses panjang dari sekadar brand lokal yang melayani pasar domestik hingga mampu memenuhi standar internasional.
Pencapaian Bylilu Hijab tidak hanya sekadar kesuksesan bisnis, tetapi juga menjadi kebanggaan. Mereka membuktikan bahwa dari daerah yang seringkali hanya identik dengan industri migas, lahir sebuah brand fashion yang mampu mengibarkan bendera di pasar global.
Dari Media Sosial hingga ke Marketplace
Dalam sebuah ruang kamar yang kreatif di jantung Kota Lhokseumawe, hanya bermodalkan gawai yang menjadi senjata andalan bagi Bylilu Hijab untuk menaklukkan pasar nasional. Brand hijab lokal ini membuktikan bahwa strategi digital dan media sosial yang tepat, bisa dapat mengantarkan produk daerah bersaing di kancah nasional dan bahkan internasional.
Bermodal kreativitas dan pemahaman mendalam tentang digital marketing, Bylilu Hijab yang didirikan pada 2019 silam, telah mencatatkan pertumbuhan penjualan yang hanya bermodal berbagai platform digital.
Hal yang rutin dilakukan oleh Nur Lidya kala itu adalah, mengunggah hasil produknya ke media sosial Instagram dan Facebook, ketika ada yang ingin pesan maka konsumen mengirimkan pesan ke platform media sosial tersebut.
Bukan hanya sebatas itu saja, bahkan ada juga yang memesan langsung produk tersebut melalui aplikasi Whatsapp. Bukan hanya memasarkan produk, tapi dirinya juga membagikan tutorial cara membuat produk hijab tersebut di media sosial.
Sehingga membuat pengguna media sosial menjadi menarik dan ramai yang mengikutinya, meskipun demikian dirinya tetap rutin mengunggah hasil produknya itu dan tidak hanya fokus pada pembuatan video tutorial saja.
“Pada saat itu kami mengalami keterbatasan biaya dan hanya modal satu unit Iphone saja, disitu semua mulai dari memfoto produk, mengupload video ke produk ke sosial media, bahkan tidak banyak produk yang bisa kami hasilkan saat itu,” ungkap Founder Bylilu Hijab.
Seiiring dengan perjalan waktu, kini Bylilu Hijab telah memiliki marketplace sendiri dan semuanya sudah telah dikelola oleh admin dengan baik, apabila ingin berbelanja maka bisa langung membuka https://mayriska.my.canva.site/landingpagebylilu.
Keberhasilan Bylilu Hijab menjadi inspirasi bagi UMKM lain di Lhokseumawe untuk memanfaatkan media sosial dan teknologi digital dalam mengembangkan bisnis. Mereka membuktikan bahwa dengan strategi digital yang tepat, produk dari daerah dapat bersaing secara nasional bahkan internasional.
Mendapatkan Pendampingan Dari Bank Indonesia
Di antara deretan mesin jahit yang berdetak ritmis, para perajin Bylilu Hijab tak hanya sibuk memenuhi pesanan, tetapi juga menyiapkan strategi baru untuk ekspansi pasar. Brand fashion muslim asal Lhokseumawe ini kini tak lagi berjalan sendiri.
Pendampingan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe menjadi catalyst yang mempercepat pertumbuhan bisnis mereka menuju pasar yang lebih luas. Semuanya itu berawal ketika tahun 2021 lalu, dimana mengikuti salah satu event yang diselenggarakan oleh bank sentral tersebut dan tahun 2022 resmi menjadi binaan.
Program pendampingan yang diinisiasi BI Lhokseumawe, merupakan bagian dari komitmen bank sentral dalam pengembangan UMKM unggulan daerah. Bylilu Hijab terpilih sebagai salah satu peserta program.
“Pendampingan yang diberikan bukan hanya tentang pengembangan bisnis saja, tapi Bank Indonesia Lhokseumawe juga ikut mencarikan pasar, misalnya ada sekitar 300 unit produk kami yang dibeli untuk dijadikan souvenir ke Paris dan sampai saat ini masih terus didampingi,” ungkap Nur Lidya.
Hingga kini, Bylilu Hijab telah berkembang pesat. Dari usaha rumahan yang hanya melayani pemesanan lokal, kini telah memiliki jaringan distribusi ke beberapa daerah di Indonesia dan luar negeri melalui marketplace dan website resminya.
Brand ini rutin meluncurkan koleksi, mengikuti tren fashion muslim terkini tanpa kehilangan ciri khasnya yaitu etnik Aceh.
Keberhasilan Bylilu Hijab menjadi bukti bahwa Lhokseumawe tidak hanya tentang industri berat dan migas. Kota ini juga memiliki potensi kreatif yang mampu bersaing di kancah nasional. Bylilu Hijabtelah menunjukkan bahwa, dari kota kecil di ujung Sumatera, lahir sebuah brand yang mampu menginspirasi perempuan Indonesia untuk tampil cantik dan percaya diri sesuai syariat.
Penulis : M. Agam Khalilullah













