Jakarta – Sebuah laporan investigasi The New York Times mengungkapkan bahwa intelijen Israel berhasil melacak dan menargetkan pejabat tinggi Iran selama konflik 12 hari pada Juni 2025 dengan mengeksploitasi kecerobohan keamanan digital para pengawal dan sopir pribadi mereka.
Laporan yang dirilis Minggu (31/8) tersebut menyebutkan bahwa Israel bahkan berhasil melacak lokasi pertemuan rahasia Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran yang dihadiri Presiden Masoud Pezeshkian pada 16 Juni 2025. Pertemuan itu digelar di sebuah bunker kedalaman 30 meter di barat Teheran.
Meskipun para pejabat tinggi dilarang membawa telepon seluler, para pengawal dan pengemudi mereka justru mengabaikan protokol keamanan ini. “Mereka tidak mengambil tindakan pencegahan dengan serius,” ujar Sasan Karimi, mantan wakil presiden bidang strategi Iran, yang dikutip dalam laporan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebiasaan para pengawal dalam mengunggah aktivitas mereka di media sosial disebut semakin mempermudah kerja intelijen Israel. Seorang pejabat pertahanan Israel secara terbuka mengakui, “Menggunakan begitu banyak pengawal adalah kelemahan yang kami kenakan pada mereka.”
Dalam serangan tersebut, jet Israel menjatuhkan enam bom di pintu masuk dan keluar bunker untuk memblokir rute pelarian. Presiden Pezeshkian terluka di kaki namun selamat, sementara beberapa pengawal tewas dalam insiden itu.
Pascaserangan, otoritas Iran memerintahkan seluruh petugas keamanan untuk beralih dari telepon seluler ke walkie-talkie. Panglima baru Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigjen Ahmad Vahidi, mengakui bahwa musuh memperoleh sebagian besar intelijen melalui teknologi dan data elektronik.
Laporan ini menegaskan kerentanan keamanan digital Iran di tengah eskalasi konflik dengan Israel yang masih berlangsung hingga saat ini.
Penulis : Redaksi














