Banda Aceh – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengalami langsung kesulitan transportasi warga Kuala Baru, Aceh Singkil, dengan menyeberangi sungai menggunakan rakit pada Sabtu (6/9). Kunjungan kerja ini membuka mata pemerintah tentang isolasi yang dialami masyarakat yang harus bergantung pada rakit untuk akses sehari-hari.
Rombongan gubernur awalnya melintasi jalan berbatu dan berlubang dari pusat kota Aceh Singkil. Di Gampong Kuala Baru Laut, kendaraan dinas terpaksa diangkut rakit untuk menyeberangi sungai berair keruh yang tidak memiliki jembatan.
Di hadapan warga Gampong Suka Jaya, Mualem segera mengumumkan rencana pembangunan jembatan darurat. “Kita akan bangun jembatan bailey sementara. PUPR Aceh sudah saya instruksikan untuk segera bertindak. Untuk jembatan permanen, kita akan usahakan dana dari pusat dan provinsi,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak hanya jembatan, gubernur juga berjanji memperbaiki kondisi jalan rusak dari Singkil menuju Kuala Baru. “Jika tidak tuntas di anggaran perubahan tahun ini, akan kita lanjutkan di tahun depan,” tambahnya.
Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon menyambut komitmen gubernur sebagai angin segar bagi warga. “Saya terkejut dengan respons cepat beliau. Permintaan masyarakat langsung dijawab dengan solusi nyata,” ujarnya.
Mukim Kuala Baru Mahmudin mengungkapkan harapan warga: “Kami hanya ingin jalan dan jembatan yang layak, sama seperti daerah lain. Selama ini kami terisolasi, harus naik rakit bahkan untuk ke pusat kota.”
Kunjungan ini menjadi bukti komitmen pemerintah provinsi membuka akses transportasi di wilayah terpencil, setelah puluhan tahun warga menghadapi kendala mobilitas yang menghambat pendidikan, ekonomi, dan layanan kesehatan.
Penulis : Agam














