Aceh Selatan – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan satu unit helikopter Black Hawk, untuk melakukan operasi water bombing guna menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Aceh Selatan, Aceh.
Penggunaan helikopter dengan nomor registrasi N260UH tersebut merupakan respons atas penetapan status tanggap darurat oleh Bupati setempat.
Kebakaran yang terjadi sejak Selasa (19/8) lalu berawal di Gampong Ujong Mangki, Kecamatan Bakongan. Akibat hembusan angin kencang, api dengan cepat menjalar ke dua desa tetangga, yaitu Desa Padang Beurahan dan Desa Ujung Padang. Total luasan lahan yang terbakar mencapai 77 hektare.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Helikopter dengan tipe Sikorsky UH-60A itu mulai beroperasi pada Kamis (28/8). Dalam misinya, melakukan 20 kali water drop dengan kapasitas 4.000 liter air setiap kali menjatuhkan air. Total durasi penerbangan mencapai 4 jam 37 menit, dan berhasil memadamkan api di area seluas 35 hektare.
Berdasarkan laporan terbaru dari lapangan, kondisi karhutla di wilayah tersebut telah terkendali per Jumat (29/8). Tidak lagi ditemukan titik api yang membahayakan, didukung oleh hujan yang turun sepanjang hari.
Meski situasi sudah membaik, personel Satgas Karhutla Bakongan bersama gabungan TNI, Polri, BPBD, dan warga setempat tetap melanjutkan patroli intensif. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bara tersisa yang berpotensi memicu kebakaran ulang.
Editor : M. Agam Khalilullah














