Banda Aceh – Harga emas perhiasan di Banda Aceh terus menunjukkan tren penguatan signifikan. Pada Selasa (2/9), harga emas di sejumlah toko perhiasan lokal mengalami kenaikan, berbanding terbalik dengan pelemahan yang terjadi pada harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
Data dari Toko Emas Bina Nusa, salah satu pedagang terkemuka di kota itu, menunjukkan harga emas perdagangan hari ini mencapai Rp 5.950.000 per mayam. Angka itu naik Rp 30.000 dari posisi Senin (1/9) yang masih berada di level Rp 5.920.000 per mayam.
Dalam hitungan per gram, kenaikan tersebut setara dengan Rp 1.803.030 per gram—belum termasuk ongkos pembuatan (workmanship) yang umumnya berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per mayam, tergantung kerumitan desain.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, harga emas batangan Antam justru terkoreksi. Berdasarkan pantauan di laman Logam Mulia, harga jual emas Antam turun Rp 2.000 menjadi Rp 2.009.000 per gram. Harga buyback—nilai tukar saat emas dijual kembali ke Antam—juga melemah Rp 2.000 menjadi Rp 1.856.000 per gram.
Pergerakan harga yang berbeda antara emas perhiasan dan emas batangan ini mengindikasikan tingginya permintaan masyarakat Aceh terhadap emas bentuk perhiasan, terlepas dari fluktuasi harga pasar logam mulia secara nasional.
Emas masih menjadi pilihan investasi dan simpanan yang diminati masyarakat di daerah tersebut, terutama dalam bentuk perhiasan yang kerap dikaitkan dengan nilai kultural dan tradisi.
Penulis : Agam
Editor : M. Agam Khalilullah














