Banda Aceh – Pemerintah Aceh menyatakan keyakinannya bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2025 akan mencapai target yang ditetapkan. Optimisme ini disampaikan meski realisasi keuangan hingga akhir Agustus 2025 masih menunjukkan deviasi sebesar -3,59 persen dari target akumulatif.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Teuku Kamaruzzaman atau yang akrab disapa Ampon Man, melaporkan bahwa realisasi APBA telah mencapai Rp5,5 triliun atau 50,45 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp11,006 triliun. “Capaian ini memang masih di bawah target akumulatif 54,04 persen, tetapi trennya terus membaik,” ujarnya pada Sabtu (30/8).
Ampon Man menjelaskan bahwa dibandingkan dengan bulan Juli, deviasi telah menyusut dari -4,74 persen menjadi -3,59 persen. “Ini menunjukkan peningkatan kinerja Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) yang signifikan,” tambahnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kendala teknis sempat terjadi pada pertengahan Agustus, ketika Aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) mengalami gangguan nasional. Error tersebut mengakibatkan proses pengajuan Surat Permintaan Membayar (SPM) dan Surat Perintah Pembayaran (SPP) terhambat selama minggu kedua dan ketiga bulan Agustus.
“Alhamdulillah SIPD telah normal kembali, meski masih ada perbaikan yang dilakukan pemerintah pusat. Dengan kondisi ini, kami yakin realisasi dapat dipacu lebih cepat pada bulan-bulan berikutnya,” tegas Ampon Man.
Pemerintah Aceh melalui Sekretaris Daerah terus memantau kinerja SKPA untuk memastikan target realisasi yang ditetapkan Gubernur dapat tercapai. Untuk akhir September mendatang, realisasi APBA diproyeksikan mencapai 61,11 persen.
“APBA merupakan instrumen vital bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kami memastikan penggunaannya dilakukan secara maksimal, transparan, dan tepat sasaran,” pungkas Ampon Man.
Penulis : Agam














