Jakarta – Kediaman Ketua DPR RI Puan Maharani menjadi sasaran kedatangan massa Minggu (31/8) pagi. Massa menuntut pertanggungjawaban atas sejumlah kebijakan dewan yang dinilai tidak mencerminkan aspirasi publik.
Aksi ini melanjutkan gelombang protes yang telah berlangsung sepekan terakhir, dipicu isu kenaikan tunjangan anggota DPR dan tewasnya pengemudi ojek online dalam demonstrasi 28 Agustus lalu.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan kerumunan massa berkumpul di depan rumah kediaman Puan sambil meneriakkan yel-yel protes.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Woy Puan keluar!” teriak salah seorang pengunjuk rasa, disambut sorakan massa lainnya. Hingga petang hari, kerumunan dilaporkan belum beranjak, meski tidak terindikasi upaya penerobosan masuk ke dalam area rumah.
Sebelumnya telah menjadi sasaran kemarahan publik, termasuk rumah anggota DPR Ahmad Sahroni, Uya Kuya, Eko Patrio, serta kediaman Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Pemicu utama kemarahan publik adalah kebijakan tunjangan anggota dewan yang dinilai tidak sensitif di tengah tantangan ekonomi, serta viralnya video sejumlah legislator yang terlihat berjoget dalam sidang paripurna MPR pertengahan Agustus lalu.
Puan Maharani juga telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui kanal YouTube TVR Parlemen pada Jumat (29/8).
Dalam pernyataannya, ia mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan dan berjanji mengawal proses penyidikan secara transparan. Namun, permintaan maaf tersebut tampaknya belum mampu meredam gejolak ketidakpuasan masyarakat.
Penulis : Redaksi














