Jakarta – Aparat kepolisian menggelar operasi penyisiran hingga masuk ke dalam lingkungan kampus Universitas Pasundan (Unpas) dan Universitas Islam Bandung (Unisba), Selasa (2/9) malam. Aksi ini berlangsung sehari setelah polisi membubarkan aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Gedung DPRD Jawa Barat.
Penyergapan dimulai usai aksi unjuk rasa yang diduga anarkis berhasil dibubarkan sekitar pukul 20.00 WIB, Senin (1/9). Namun, menurut sejumlah informasi, operasi justru berlanjut dan meluas ke dua kampus yang selama sepekan terakhir kerap dijadikan posko pertolongan pertama bagi korban gas air mata atau cedera lainnya.
Bukti visual dari sejumlah rekaman video yang diperoleh Tempo menunjukkan situasi mencekam di dalam kampus. Mahasiswa terlihat berlarian masuk ke dalam gedung untuk menghindari tembakan gas air mata yang dilepaskan aparat. Suara teriakan panik terdengar memprotes tindakan polisi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Woi, kampus woi! Unpas ini woi! Kampus Unpas woi, kampus Unpas!” seru seorang mahasiswa dalam satu video berdurasi 13 detik.
Dalam rekaman lain yang berlangsung 15 detik, seorang mahasiswa berseru dalam bahasa Sunda, “Ditembakeun na kadie bos!” yang berarti “Ditembakkannya ke arah kampus dari bawah!”
Rekaman dari kamera pengawas di kawasan Tamansari, lokasi kedua kampus tersebut, juga mengabadikan aparat berseragam lengkap melakukan penyisiran. Terlihat pula sejumlah personel TNI dengan kendaraan ranpur (rantis) beroperasi di sekeliling kampus.














