Bandung – Sebanyak 26 korban aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Jawa Barat dievakuasi menggunakan ambulans ke Kampus Universitas Islam Bandung (Unisba), Senin (1/9) malam.
Mereka adalah korban yang mengalami cedera setelah aparat kepolisian memukul mundur massa.
Sebagaimana dilansir oleh cirebon.tribunnews.com, berdasarkan pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah ambulans terus berdatangan ke kampus dengan sirine menyala.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para korban, yang terlihat lemas, langsung mendapat penanganan tim medis yang telah disiapkan di dalam kampus.
Berdasarkan data yang dicatat Unisba hingga pukul 19.00 WIB, dari total 26 korban, 17 di antaranya merupakan mahasiswa dan sembilan lainnya masyarakat umum.
Wakil Rektor III Unisba, Amrullah Hayatudin, mengatakan penanganan medis yang dilakukan tetap mengikuti prosedur standar. Namun, jumlah tenaga medis yang diterjunkan pada hari itu lebih banyak dibandingkan aksi-aksi sebelumnya karena mendapat bantuan dari berbagai pihak.
“Ada beberapa kampus seperti dari Unpas, UIN yang bergabung, bahkan dari Dinkes Kota Bandung juga,” kata Amrullah saat ditemui di lokasi.
Jenis cedera yang ditangani beragam, mulai dari sesak napas, luka-luka, hingga iritasi mata akibat gas air mata. Tim medis menerapkan sistem triase dengan klasifikasi merah, hijau, dan kuning untuk menentukan prioritas penanganan.
Hingga pukul 19.30 WIB, belum ada pasien yang dirujuk ke rumah sakit. Amrullah menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung jika memerlukan rujukan lebih lanjut.
“Yang menentukan dirujuk atau tidaknya Dinkes Kota Bandung atas instruksi Pak Wali Kota,” ujarnya.
Penulis : Redaksi














