<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>singapura Archives - Samudra Post</title>
	<atom:link href="https://samudrapost.com/tag/singapura/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://samudrapost.com/tag/singapura/</link>
	<description>Menerangi Pemikiran</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Sep 2025 13:36:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/samudrapost.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-favicontol-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>singapura Archives - Samudra Post</title>
	<link>https://samudrapost.com/tag/singapura/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">96816011</site>	<item>
		<title>Kinerja CDIA Melonjak, Laba Bersih Tembus US$ 74,4 Juta</title>
		<link>https://samudrapost.com/kinerja-cdia-melonjak-laba-bersih-tembus-us-744-juta/</link>
					<comments>https://samudrapost.com/kinerja-cdia-melonjak-laba-bersih-tembus-us-744-juta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samudrapost]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2025 13:36:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[CDIA]]></category>
		<category><![CDATA[Chandra Asri Group di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PT Chandra Daya Investasi Tbk]]></category>
		<category><![CDATA[PT Marina Indah Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[singapura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://samudrapost.com/?p=567</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang kuat pada paruh pertama tahun 2025. Emiten grup tersebut membukukan laba...</p>
<p>The post <a href="https://samudrapost.com/kinerja-cdia-melonjak-laba-bersih-tembus-us-744-juta/">Kinerja CDIA Melonjak, Laba Bersih Tembus US$ 74,4 Juta</a> appeared first on <a href="https://samudrapost.com">Samudra Post</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="ds-markdown-paragraph">Jakarta &#8211; PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang kuat pada paruh pertama tahun 2025. Emiten grup tersebut membukukan <strong>laba bersih sebesar US$ 74,4 juta</strong>, melonjak 347,5% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan perusahaan juga tumbuh 41,9% menjadi US$ 66,9 juta.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Pencapaian itu didorong terutama oleh kontribusi dari pilar bisnis logistik yang kini menjadi mesin pertumbuhan utama. Penguatan tersebut tidak lepas dari akuisisi terhadap PT Marina Indah Maritim dan PT Barito Investa Prima—yang kemudian berganti nama menjadi PT Chandra Investa Prima. Akuisisi ini memperkuat ekosistem logistik terintegrasi CDI Group, baik di sektor maritim maupun darat.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Direktur Perseroan, Jonathan Kandinata, mengatakan pencapaian ini menegaskan kekuatan model bisnis berkelanjutan dan portofolio infrastruktur yang terdiversifikasi. &#8220;Pencapaian ini juga menjadi pijakan bagi langkah penguatan modal yang telah kami lakukan, sekaligus menempatkan CDI Group pada posisi yang tepat untuk menangkap peluang pertumbuhan ke depan,&#8221; ujarnya.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Sejak awal tahun, CDIA aktif memperkuat struktur permodalan. Perusahaan memperoleh pinjaman jangka panjang senilai Rp2 triliun dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk, serta tambahan penyertaan modal US$ 185 juta dari dua pemegang saham strategis: Chandra Asri Group dan EGCO Group. CDIA juga sukses menghimpun dana segar sebesar Rp2,4 triliun melalui penawaran umum perdana saham (IPO).</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Jonathan menambahkan, pihaknya telah mengoperasikan dua kapal pengangkut gas ethylene untuk memperkuat kapabilitas maritim dan integrasi rantai pasok dengan Chandra Asri Group di Indonesia dan Singapura.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Dana hasil IPO dialokasikan untuk pengembangan bisnis. Sebanyak Rp0,9 triliun digunakan untuk penambahan armada kapal, sementara Rp1,5 triliun dialokasikan untuk pembangunan tangki penyimpanan, pipa ethylene, dan fasilitas pendukung yang memperkuat integrasi pelabuhan.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">&#8220;Secara keseluruhan, inisiatif ini memperluas kapasitas layanan, memperdalam integrasi rantai nilai, dan memperkuat peran CDI Group sebagai penggerak utama konektivitas regional dan solusi infrastruktur,&#8221; pungkas Jonathan.</p>
<p>The post <a href="https://samudrapost.com/kinerja-cdia-melonjak-laba-bersih-tembus-us-744-juta/">Kinerja CDIA Melonjak, Laba Bersih Tembus US$ 74,4 Juta</a> appeared first on <a href="https://samudrapost.com">Samudra Post</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://samudrapost.com/kinerja-cdia-melonjak-laba-bersih-tembus-us-744-juta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">567</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Oei Tiong Ham: Raja Gula Asal Indonesia yang Pernah Kuasai Seperempat Singapura</title>
		<link>https://samudrapost.com/oei-tiong-ham-raja-gula-asal-indonesia-yang-pernah-kuasai-seperempat-singapura/</link>
					<comments>https://samudrapost.com/oei-tiong-ham-raja-gula-asal-indonesia-yang-pernah-kuasai-seperempat-singapura/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samudrapost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2025 20:58:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[oei tiong ham]]></category>
		<category><![CDATA[singapura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://samudrapost.com/?p=443</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Nama Oei Tiong Ham mungkin tenggelam dalam hiruk-pikuk sejarah bisnis Indonesia, namun jejak kekayaannya masih terpatri di Singapura melalui nama jalan dan...</p>
<p>The post <a href="https://samudrapost.com/oei-tiong-ham-raja-gula-asal-indonesia-yang-pernah-kuasai-seperempat-singapura/">Oei Tiong Ham: Raja Gula Asal Indonesia yang Pernah Kuasai Seperempat Singapura</a> appeared first on <a href="https://samudrapost.com">Samudra Post</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="ds-markdown-paragraph">Jakarta &#8211; Nama Oei Tiong Ham mungkin tenggelam dalam hiruk-pikuk sejarah bisnis Indonesia, namun jejak kekayaannya masih terpatri di Singapura melalui nama jalan dan gedung megah. Konglomerat asal Semarang ini disebut pernah menguasai aset properti seluas 182 km²—hampir seperempat total wilayah Singapura—pada era kolonial.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Pria kelahiran 1866 tersebut mewarisi bisnis Kian Gwan dari ayahnya, lalu mengubahnya menjadi kerajaan gula global Oei Tiong Ham Concern (OTHC). Pada 1911-1912, perusahaannya mengekspor 200 ribu ton gula dan menguasai 60% pasar gula Hindia Belanda, mengalahkan dominasi perusahaan Barat.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Kekayaannya diperkirakan mencapai 200 juta gulden—setara Rp43,4 triliun dalam nilai sekarang—berdasarkan catatan historis nilai gulden yang mampu membeli 20 kg beras per koinnya. Namun, tekanan fiskal pemerintah kolonial memaksanya hengkang ke Singapura pada 1920.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">&#8220;Pemerintah kolonial menagih pajak 35 juta gulden plus pajak ganda tanpa alasan jelas. Oei merasa diperas,&#8221; tulis Liem Tjwan Ling dalam <em>Oei Tiong Ham: Raja Gula dari Semarang</em> (1979).</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Di Singapura, Oei membeli tanah secara masif, mendirikan sekolah, menyumbang pembangunan Raffles College, dan mengakuisisi Heap Eng Moh Steamship Company. Ia juga menjadi pemilik awal saham Overseas Chinese Bank (kini OCBC). Kebesaran namanya diabadikan dalam Oei Tiong Ham Hall di National University of Singapore dan Oei Tiong Ham Park.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Namun, kejayaan itu runtuh pasca-kematiannya pada 1924. Pada 1961, pemerintah Indonesia menyita seluruh aset OTHC di Indonesia dengan tuduhan pelanggaran valuta asing. Aset-aset itu kemudian menjadi cikal bakal BUMN PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">Keputusan pengadilan Semarang pada 10 Juli 1961 itu memusnahkan warisan bisnis Oei dalam semalam. Keturunannya pun menghilang dari panggung sejarah, meninggalkan jejak yang hanya bisa ditelusuri melalui arsip dan nama-nama di Singapura.</p>
<p class="ds-markdown-paragraph">&#8220;Penyitaan itu adalah akhir dari sebuah dinasti bisnis yang pernah menguasai perdagangan gula dunia,&#8221; tulis Benny G. Setiono dalam <em>Tionghoa dalam Pusaran Politik</em> (2003).</p>
<p>The post <a href="https://samudrapost.com/oei-tiong-ham-raja-gula-asal-indonesia-yang-pernah-kuasai-seperempat-singapura/">Oei Tiong Ham: Raja Gula Asal Indonesia yang Pernah Kuasai Seperempat Singapura</a> appeared first on <a href="https://samudrapost.com">Samudra Post</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://samudrapost.com/oei-tiong-ham-raja-gula-asal-indonesia-yang-pernah-kuasai-seperempat-singapura/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">443</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
