Punya Dua Suami, Santi Rahmadani Lumbantoruan Jadi Pesakitan di Penjara

 Punya Dua Suami, Santi Rahmadani Lumbantoruan Jadi Pesakitan di Penjara

Medan – Nekat palsukan identitas agar bisa menikah dengan lelaki yang jauh lebih muda dari suaminya, Santi Rahmadani Lumbantoruan alias Dhani Edward diadili di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (15/6/2022).


Dalam sidang yang digelar secara daring tersebut, dihadirkan saksi korban Sabar Menanti Sitompul yang tak lain adalah suami terdakwa Santi.

Sabar mengaku meski terpaut usia 22 tahun dengan Santi, ia sudah menikah secara resmi dengan Santi sejak 2006 silam.


Ia mengaku hubungannya menjadi tidak harmonis dengan sang istri karena Santi ketahuan bermain dengan lelaki lain.

“Dia tidak berubah tetap aja diulanginya terus menerus bermain dengan lelaki lain. Dimaafkan tapi terus dilakukan,” ucap Sabar.

Hingga akhirnya Sabar tahu kalau Santi ternyata sudah menikah lagi dengan lelaki yang lebih muda di Bogor, sehingga hubungan rumah tangga mereka kian retak.

“Tahun 2015 dia menikah dengan Iwan di Bojong Gede, dia menjadi mualaf. Kadang berminggu-minggu gak pulang ke rumah. Kalau dinasehati dia marah-marah. Januari 2022 ia sudah berani memganiaya saya dengan melempari barang-barang ke saya, saya anggap dia mau mematikan saya,” ucapnya.

Baca juga :  Sakit Hati Karena Diselingkuhi, Janda Ini Pilih Hidup Jadi Pemuas Syahwat

Karena merasa perbuatan Santi sudah keterlaluan akhirnya, Sabar mencari data-data pernikahan istrinya ke Bogor untuk membuat pengaduan ke pihak berwajib.

“Saya minta semua data pernikahannya, baru saya buat laporan karena saya merasa dirugikan. Dia gak pernah kasitau kalau dia udah menikah,” ucapnya.

Mendengar hal tersebut lantas Majelis Hakim yang diketuai Ukina Marbun bertanya apakah Sabar memberikan nafkah kepada Santi dan dijawab rutin diberikan.

“Serba berkecukupan saya buat, uang saya yang dihabisinya untuk berbohong,” ucap Sabar.

Hakim Ulina lantas menyentil saksi mengapa tetap mempertahankan pernikahannya apabila merasa dirugikan.

“Kok mau kau dibohongi? Luar biasa ini jarang terjadi seperti ini,” cetus hakim.

Usai memeriksa saksi, terdakwa yang mengikuti sidang secara daring mengakui bahwa ia memang menikah dengan lelaki lain di Bogor, namun ia membantah bahwa terdakwa rutin memberi uang Rp 65 juta perbulan padanya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randi Tambunan dalam dakwaannya menuturkan, bahwa antara terdakwa Santi dengan saksi korban Sabar Menanti Sitompul (status duda dengan 2 orang anak) terikat hubungan perkawinan sejak 11 April 2006 dan memiliki 1 orang anak laki-laki, dan tinggal bersama dengannya di rumah yang terletak di Perumahan Pondok Surya Helvetia.

Baca juga :  Puskesmas Di Lhokseumawe Harus Mampu Deteksi Dini Virus Corona

Lalu, Sabar mengetahui bahwa Santi telah memiliki 2 orang anak sebelum menikah.

Lalu pada tahun 2009 Santi telah menjalin hubungan dekat dengan laki-laki lain yaitu saksi Iwan Setiadi sehingga hubungan mereka berdua tidak harmonis.

Saat terdakwa menjalin hubungan Iwan, terdakwa mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Dinas kependudukan dan catatan sipil Bojong Gede atas nama Dhani.

“Selanjutnya Iwan ke Kantor KUA Kecamatan Rambutan untuk mengurus Surat Rekomendasi Nikah,” ujar jaksa.

Kemudian KUA Kecamatan Rambutan menerbitkan surat rekomendasi nikah dengan status Iwan Setiadi Jejaka dan terdakwa statusnya Perawan

“Kemudian pada tanggal 7 Nopember 2015 terdakwa menikah dengan Iwandi KUA Bojong Gede Bogor dan terdakwa tidak merasa keberatan dengan status Perawan dalam Surat Rekomendasi Nikah tersebut, padahal terdakwa mengetahui bahwa perkawinannya yang sudah ada berdasarkan Akta perkawinan Nomor ;1403 T/MDN/2012 tanggal 15 Agustus 2012 menjadi haloangan yang sah baginya akan kawin lagi,” ucap jaksa.

Baca juga :  Positif Corona Di Indonesia Menjadi 2.956 per 8 April 2020

Kemudian, terdakwa bersama Iwan mencatatkan Akta Nikah di KUA Bojong Gede Kab. Bogor sebagai bukti bahwa keduanya adalah pasangan suami istri. Kemudian keduanya lantas mengajukan pembuatan Kartu Keluarga Baru.

Lalu, pada Januari 2022 saksi Sabar mendapatkan informasi bahwa terdakwa menikah dengan Iwan, tanpa sepengetahuan dan izin darinya.

“Selama terdakwa menikah dengan saksi korban selalu diberikan nafkah dikirim melalui rekening terdakwa dan juga secara tunai, sesuai dengan kebutuhan yang terdakwa minta atau yang terdakwa perlukan,” ujar jaksa.

Perbuatan terdakwa bersama Iwan membyat Sabar merasa keberatan, dirugikan dan dipermalukan di depan keluarga.

Dikatakan jaksa bahwa setiap bulan Sabar juga mengalami kerugian kurang lebih Rp 65 juta, selanjutnya Sabar melaporkan perbuatan terdakwa dan Iwan ke Polda Sumut.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 279 ayat (1) ke-1 KUHP Jo.Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” pungak jaksa.[Tribun Medan]



Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari Samudrapost.com. Ayo bergabung di Grup Telegram "Samudra Post", caranya klik link https://t.me/samudrapost, kemudian join. Install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel, dan nikmati berbagai kemudahannya !


Facebook Comment

Berita terkait