Kakek 93 Tahun di Klaten Ini Nikahi Janda 6 Anak

 Kakek 93 Tahun di Klaten Ini Nikahi Janda 6 Anak

Klaten – Seorang kakek asal lereng Gunung Merapi, Klaten, Jawa Tengah, Rumpyuh (93), dengan percaya diri menikahi wanita pujaannya. Yang dinikahi kakek duda itu juga bukanlah wanita muda, tapi janda usia 71 tahun.


Pernikahan kakek warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten itu pun viral setelah diunggah di akun Instagram @klatenkita, Sabtu (4/6/2022) siang.

Dalam foto usai ijab kabul tersebut, kakek Rumpyuh mengenakan setelan baju dan jas biru. Sedangkan istrinya berjilbab abu-abu dan pakaian warna hijau. Mereka berfoto sambil menunjukkan buku nikah.


Baca juga :  Update Corona di Indonesia 9 April, 3.293 Positif, 280 Meninggal & 252 Sembuh

Sang nenek tampak tersenyum, sedangkan Rumpyuh mengenakan masker. Unggahan tentang pernikahan mereka mendapatkan 1.772 tanggapan setelah diunggah.

Postingan tersebut disertai narasi panjang yang dikutip dari akun facebook kepala KUA Kecamatan Kemalang, Sugiyanto Herman. Dalam narasi itu dijelaskan hal ihwal Rumpyuh dan istrinya, nenek 71 tahun itu.

“NIK yang dimilikinya menginformasikan bahwa beliau (Rumpyuh) telah lahir lebih dari 93 tahun yang lalu. Lebih tepatnya pada hari Rabu Legi, 3 April 1929,” dikutip dari akun Instagram @klatenkita.

Baca juga :  Dinkes Lhokseumawe Minta Masyarakat Jaga Kesehatan Sebelum Jadi Lansia

Kepala KUA Kecamatan Kemalang, Sugiyanto Herman, membenarkan adanya pernikahan pasangan lansia tersebut. Pernikahan itu diselenggarakan pada Jumat (3/6/2022) lalu.

“Pak Rumpyuh nikahnya Jumat pekan lalu, tanggal 3 Juni. Waktu nikah ya kita tuntun kabulnya,” kata Kepala KUA Kecamatan Kemalang, Sugiyanto Herman, saat dimintai konfirmasi oleh detikJateng, Minggu (5/6/2022) siang.

Sugiyanto mengatakan, dirinya yang menikahkan kakek berstatus duda lima anak yang usianya hampir seabad itu dengan nenek janda yang memiliki enam anak.

Baca juga :  Bupati Bireueun Dinyatakan Sembuh Dari Covid-19

“Waktu saya tuntun, pendengarannya (Rumpyuh) masih sangat bagus. Tidak ada satu kata pun yang dia ucapkan berbeda dengan yang saya tuntunkan,” tutur Sugiyanto.

Dikatakan Sugiyanto, saat nikah di rumahnya ada lima tetangga yang hadir. Dua orang di antaranya menjadi saksi.

“Tetangga ada lima orang, dua jadi saksi. Lancar. Bahkan saya heran, berdirinya (Rumpyuh) masih tegak, jalannya masih bagus, dan intonasi kalimatnya masih jelas,” kata Sugiyanto.[Detik]



Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari Samudrapost.com. Ayo bergabung di Grup Telegram "Samudra Post", caranya klik link https://t.me/samudrapost, kemudian join. Install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel, dan nikmati berbagai kemudahannya !


Facebook Comment

Berita terkait