Bengkel Alat Musik Tradisional Lhokseumawe Mampu Bersaing ke Tingkat Internasional

 Bengkel Alat Musik Tradisional Lhokseumawe Mampu Bersaing ke Tingkat Internasional

Lhokseumawe – Bengkel kerajinan alat music tradisional Aceh yang terletak di Desa Blang Weu Panjoe, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe telah mampu bersaing ke tingkat nasional.


Kepala Bidang Kebudayaan Kota Lhokseumawe Zul Afrizal, S.Pd.I MA mengatakan, diketahui dentuman perkusi hasil olahan di tempat tersebut, sudah mulai diminati oleh para musisi di negri jiran, Malaysia.


“Hal tersebut dibuktikan dengan adanya  dua rapai yang pernah dipesan konsumen di jakarta untuk dimainkan di Malaysia, bahkan ada juga konsumen dari salah satu kampus di Australia yang menjadikan tari aceh sebagai salah satu kegiatan seni pertujukan,” ujar Zul Afrizal di sela kunjungan kerjanya dalam paket 100 hari kerja awal sebagai proses input data bidang kebudayaan.

Baca juga :  Dinkes Lhokseumawe Ajak Warga Kenali Gejala TBC

Zul menambahkan, berbagai macam kerajinan milik keluarga Hasballah Hanafiah yang dilanjutkan oleh anaknya, telah memrpduksi Rapai dengan berbagai ukuran, Canang Ceureukeh hingga Gendrang dan lain-lainnya.

Alat musik tradisional itu diproduksi dengan sangat baik, meski masih dengan menggunakan alat tradisional, namun ada juga sebagian menggunakan alat semi modern, dari proses memilih dan mengambil kayu bahkan hingga mengukir dan memasang kulit kambing semua telah dilakukan sudah lama.

Baca juga :  Dinkes Lhokseumawe: Keluarga Berperan Penting Untuk Penanggulangan Covid-19

“Dulunya tempat pembuatan kerajinan alat musik tradisional ini, tidak banyak yang tahu. Sejak Berdiri sekitar tahun 90-an bengkel Pramanik ini telah memproduksi sejumlah alat musik tradisional yang digunakan oleh para musisi aceh,” tutur Zul.

Tambahnya, awalnya memang tidak banyak yang mengetahui, namun setelah tsunami melanda Aceh, barulah bengkel tersebut mulai dikenak dan dibanjiri pesanan baik dari dinas terkait kegiatan lomba seni budaya aceh atau oleh para NGO asing untuk program penanganan trauma pada pengungsi.

Baca juga :  Dinkes: Pentingnya Peran Keluarga dan Masyarakat Kendalikan Gangguan Kesehatan Jiwa

Kemudian berlanjut ke pengadaan rapai pada event event lokal dan daerah seperti Lhokseumawe Culture Festival, rapai internasional dan lainnya, sehingga kini telah dikenal luas oleh para seniman dan masyarakat luas.

“Sebagai pemerintah kita sangat mengapresiasi, tentunya ini adalah usaha yang tidak sia-sia dan akhirnya membuahkan hasil yang luar biasa, beberapa produk alat musik milik beliaupun berhasil terjual hingga mancanegara,” katanya.[*]



Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari Samudrapost.com. Ayo bergabung di Grup Telegram "Samudra Post", caranya klik link https://t.me/samudrapost, kemudian join. Install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel, dan nikmati berbagai kemudahannya !


Facebook Comment

Berita terkait