Balè Beut dan Meunasah Adalah Ikon Budaya Peradaban Aceh

 Balè Beut dan Meunasah Adalah Ikon Budaya Peradaban Aceh

Lhokseumawe – Kata Balè Beut dan Meunasah tentunya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Aceh, bahkan sudah dari sejak kecil sudah akrab dan dekat dengan dua tempat tersebut.


Kepala Bidang Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Zul Afrizal, S.Pd.I,MA mengatakan, Balè Beut dan Meunasah merupakan sebagai ikon budaya peradaban Aceh, karena dari dua tempat itu semuanya bermuara.


“Sudah lumrah bagi kita masyarakat Aceh, bahwa Balè beut dan Meunasah pada dasarnya adalah bangunan umum di desa-desa sebagai tempat melaksanakan upacara agama dan adat dalam tatanan budaya, pendidikan agama dalam tatanan tarbiyah, bahkan hingga bermusyawarah,” ujar Zul Afrizal atau dikenal dengan sebut Syeh Jol.

Baca juga :  Lhokseumawe Raih PWI Award, Dinilai Mampu Menerapkan Syariat Islam

Syeh Jol menambahkan, sebagai daerah yang telah masyhur dengan wilayah pertama di nusantara, yang masyarakatnya menganut Agama Islam sebagai pondasi kehidupan, Aceh telah dikenal dengan Nanggroe Seuramoe Mekkah yang memiliki dan mempertahankan nilai sejarah agung dengan peradaban, serta kebudayaan Islam yang sangat kental.

Baca juga :  Dinkes Lhokseumawe Berupaya Untuk Kesehatan Lansia

Gerakan masyarakat berupa perhimpunan dan komunitas budaya yang lahir juga muncul dengan simbol semangat persatuan Islam yang gemilang pada masanya, sehingga melahirkan ruang peradaban yang menjadikan Aceh dikenal dengan negeri seribu menara hingga sumber ilmu pengetahuan.

“Kata meunasah berasal dari “Madrasah” yang artinya tempat pendidikan, yang dikemudian hari menjadi meunasah dalam dialek Aceh,” tutur Syeh Jol.

Tambahnya, kedua tempat tersebut sejak dulu sudah difungsikan sebagai tempat Salat rawatib berjamaah, tarawih di bulan ramadan, dan Salat Hari Raya, tempat musyawarah, penyelesaian masaalah, tempat pengajian baik anak-anak maupun orang dewasa, belajar seni seperti zikir, Dala-Il, Muhadharah dan seni lainnya yang ada hubungan dengan ke-Islaman.

Baca juga :  Bengkel Alat Musik Tradisional Lhokseumawe Mampu Bersaing ke Tingkat Internasional

“Kami mengajak tokoh-tokoh agama yang ada di kota Lhokseumawe, untuk mencari solusi bagaimana Meunasah dan Balee Seumeubuet dapat berfungsi kembali seperti yang dulu, dengan cara memberikan kembali semangat generasi muda untuk tahu,” kata Syeh Jol.[*]



Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari Samudrapost.com. Ayo bergabung di Grup Telegram "Samudra Post", caranya klik link https://t.me/samudrapost, kemudian join. Install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel, dan nikmati berbagai kemudahannya !


Facebook Comment

Berita terkait