Pria di Aceh Kedapatan Masukkan ABG ke Rumah Saat Dini Hari

 Pria di Aceh Kedapatan Masukkan ABG ke Rumah Saat Dini Hari

MIH dan SZ, pasangan nonmuhrim usai digerebek warga karena berduaan di dalam rumah di Jalan T Umar No 304, Dusun C, Alue Seuribe, Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Sabtu (16/4/2022) pukul 04.00 WIB | Foto:aceh.tribunnews.com

Lhokseumawe – Seorang pria berinisial MIH kembali digerebek warga, Sabtu (16/4/2022) sekitar pukul 04.00 WIB dini hari.

Pasalnya ia kedapatan membawa masuk seorang perempuan masih anak baru gede atau ABG yang belum dinikahinya berinisial SZ (18) ke dalam rumah.

Kasus ini terjadi di Jalan T Umar Nomor 304, Dusun C, Alue Seuribe, Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.

Saat digrebek warga, perempuan muda berinisial SZ berada di dalam rumah bersama MIH.

Setelah digerebek, keduanya diserahkan ke pihak Pol PP dan WH kota Lhokseumawe, untuk diproses sesuai Qanun Syariat Islam.

Wanita berinisial SZ warga salah satu kampung di Lhokseumawe.

Sedangkan pria MIH tinggal di Panggoi, Kecamatan Muara Dua.

Ketua Ketua Ikatan Keluarga Bukit Panggoi Indah, Yuswardi Mustafa, menjelaskan awal sejumlah pemuda kawasan setempat sedang tadarus di musalla kawasan itu.

Baca juga :  Puskesmas Di Lhokseumawe Harus Mampu Deteksi Dini Virus Corona

Mereka melihat ada satu sepmor yang membonceng perempuan melintas di kawasan Kompleks Bukit Panggoi Indah.

“Mereka ragu dan menaruh curiga saat melihat sepmor tersebut belok ke arah Jalan T Umar,” jelas Yuswardi kepada Serambinews.com, Sabtu (16/4/2022).

Kemudian terangnya, anak muda dan warga yang jumlahnya banyak datang ke rumah yang dicurigai itu.

Tak lama atau sekitar 60 menit kemudian warga sampai dirumah MIH dan menggedor pintu rumah.

“Dari balik pintu muncul MIH yang berkain sarung. Si perempuan SZ berada di dalam rumah. Usai dialog keduanya dibawa ke Satpol PP dan WH,” cerita Yuswardi.

Yuswardi memastikan saat penggerebekan itu ia melihat tak satu pun warga yang melakukan tindakan kekerasan terhadap pasangan nonmuhrim itu.

Baca juga :  Layanan Online Bank Mandiri Eror

“Tidak ada pemukulan, suasana di luar rumah sangat ramai. Kita sudah katakan ke warga jangan ada yang main kekerasan,” kata Yuswardi.

Yuswardi mengatakan keduanya sudah diserahkan ke Satpol PP dan WH Lhokseumawe.

Keduanya bisa diikenakan Pasal Qanun Jinayah Khalwat, Ikhtilat, dan hukum pidana pelecehan terhadap anak dibawah umur.

“Kami dari keluarga besar IKBPI meminta kepada pihak Pol PP dan WH untuk memproses kasus ini sesuai hukum jinayah.

Kemudian kami meminta agar keduanya ditahan dan jangan dilepas sebelum ada putusan,” pinta Yuswardi.

MIH digerebek kedua kali

Apalagi kata Yuswardi, sebelumnya pria berinisial MIH itu juga pernah digerebek warga pada tanggal 18 Oktober 2021 di lokasi yang sama.

Tepatnya Perumahan Bukit Panggoi Indah, Dusun C Alue Seuribe, Desa Panggoi, warga Dusun T Dibangka, Dusun Tgk Diglee, Desa Meunasah Masjid.

Baca juga :  Warga Aceh Temukan Bayi Perempuan Di Teras Rumah

Kala itu MIH juga dilaporkan ke Satpol PP dan WH.

“Kenapa dilapor karena warga mendapatkan ia membawa dan menyembunyikan seorang perempuan berinisial MA, warga Pusong Lama di bawah kolong tempat tidur rumah itu.

Kala itu MA didapatkan oleh warga disembunyikan di kolong bawah tempat tidur kamar utama rumah MIH.

Keduanya saat ditanya oleh aparatur gampong tidak punya surat nikah,” terangnya.

Dengan demikian, kata Yuswardi, MIH telah dua kali digrebek warga di tempat yang sama dengan perempuan berbeda yang sama-sama enggak punya ikatan pernikahan.

“Jadi kami minta kepada pihak Pol PP dan WH agar benar-benar memproses kasus ini secara serius hingga kedua dijatuhkan hukuman Qanun Jinayah,” harap Yuswardi.[Aceh.tribunnews.com]


Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari Samudrapost.com. Ayo bergabung di Grup Telegram "Samudra Post", caranya klik link https://t.me/samudrapost, kemudian join. Install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel, dan nikmati berbagai kemudahannya !


Facebook Comment

Berita terkait