Malu Karena Hasil Hubungan Gelap, Seorang Ibu di Aceh Buang Bayinya di Musala Rumah Sakit

 Malu Karena Hasil Hubungan Gelap, Seorang Ibu di Aceh Buang Bayinya di Musala Rumah Sakit

Bireuen – Seorang ibu ditamsilkan sebagai malaikat yang diturunkan Tuhan untuk anak-anaknya, karena itu dalam Islam seorang ibu ditinggikan derajatnya sehingga disebutkan bahwa surga seorang anak diletakkan di telapak kakinya.


Namun hal itu sepertinya berbanding terbalik dengan Irawati, (34 tahun), warga Gampong Cot Buket, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. Meski kini dirinya telah menjadi seorang ibu dari bayi yang baru saja dilahirkannya, namun dirinya malah tega membuang bayi yang tidak berdosa tersebut.

Baca juga :  Terpapar Amonia, Pekerja PT Pupuk Iskandar Muda Dibawa ke Rumah Sakit

Irawati membuang bayi malang itu di Mushola Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Fauziah Bireuen pada Rabu 13 April 2022 sekitar pukul 01.30 WIB dini hari. Perilaku bejatnya terungkap setelah Irawati menyerahkan diri ke aparat kepolisian Polres Bireuen pada Kamis (14/4/2022) sekira pukul 15.00 WIB.


“Kepada polisi Irawati mengaku dirinyalah yang telah membuang bayinya tersebut,” kata Kapolres Bireuen AKBP Mike Hardi Wirapraja, didampingi Kasat Reskrim AKP Arief Sukmo Wibowo saat menggelar konferensi pers di Mapolres Bireuen pada, Selasa (19/4/2022).

Baca juga :  Peduli Masyarakat Kurang Mampu, Aceh Charity Salurkan 1000 Euro Paket Takjil Melalui Lazismu

Kasat Reskrim Arief Sukmo Wibowo menambahkan, Irawati melahirkan bayinya pada Sabtu, 9 April sekira pukul 18.45 WIB di Poskesdes Tanoh Anoe, Kecamatan Jangka. Persalinannya dibantu oleh Bidan Marlinda.

Namun bukannya malah bersyukur dikaruniai seorang anak, Irawati malah memilih untuk membuang sang buah hati lantaran merasa malu karena sang anak adalah buah dari hasil hubungan gelap dengan pacarnya bernama Irwansyah (3O tahun). Irwansyah sendiri adalah warga Gampong Payacut, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.

Baca juga :  China Ngamuk ke Amerika Serikat, Inggris dan Australia

“Akibat perbuatannya pelaku melanggar Pasal 308 Jo Pasal 307 KUHPidana dengan ancaman hukuman lima tahun enam bulan penjara,” kata Arief Sukmo Wibowo.[Acehtrend]



Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari Samudrapost.com. Ayo bergabung di Grup Telegram "Samudra Post", caranya klik link https://t.me/samudrapost, kemudian join. Install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel, dan nikmati berbagai kemudahannya !


Facebook Comment

Berita terkait