Kebohongan Besar AS Soal Rusia di Perang Ukraina

 Kebohongan Besar AS Soal Rusia di Perang Ukraina

Jakarta – Ketika berbicara tentang konspirasi, negara Amerika Serikat selalu dikaitkan dengan hal tersebut. Konspirasi dapat berupa berita palsu yang disebarkan demi tujuan politik tertentu.


Yang terbaru, sebuah laporan NBC News, tiga orang sumber intelijen menyatakan bahwa Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah melakukan beberapa penyebaran informasi palsu tentang serangan Rusia ke Ukraina. Kabarnya, hal ini dilakukan pemerintah AS untuk memundurkan Rusia dan negara-negara yang bersekutu dalam serangannya serta menghentikan manuver lanjutan di Ukraina.

Baca juga :  Desember, Sigli-Banda Aceh Bisa Ditempuh Lewat Tol

Tiga orang sumber NBC itu pun mulai membongkar sejumlah informasi yang sebenarnya tidak benar. Pertama, informasi terkait Putin yang disebut-sebut telah disesatkan dan dibohongi oleh para pembantu dekatnya terkait perang ke Ukraina. Intelijen mengkonfirmasi bahwa hal ini tidak dapat diyakini secara pasti.


“Informasi mengenai lingkaran dalam Putin berbohong kepadanya tidak konklusif,” katanya, dikutip Minggu (10/4/2022).

Informasi palsu selanjutnya adalah mengenai keterlibatan China yang disebut AS akan memberikan bantuan terhadap Rusia. Menurut sumber itu, hal ini belum dapat dibuktikan secara pasti. Menurut intelijen, cara ini dilakukan pemerintah AS untuk memberikan peringatan agar pemerintah China tidak ikut campur.

Baca juga :  Amerika Nyatakan Takut Perang Lawan China

“Para pejabat AS mengatakan tidak ada indikasi China sedang mempertimbangkan untuk menyediakan senjata ke Rusia. Pemerintahan Biden mengeluarkan itu sebagai peringatan kepada China untuk tidak melakukannya,” kata mereka.

Baca juga :  Wali Kota Lhokseumawe Sawue Gampong Blang Poroh

Meski begitu, sumber-sumber ini membuktikan serangan informasi seperti ini diakui pernah berhasil. Mereka mengatakan sebenarnya Moskow telah berencana menyerang Ukraina sebelum Februari namun batal karena AS telah memberikan peringatan terlebih dahulu.

“Keberhasilan terbesar dari serangan informasi AS mungkin telah menunda invasi itu sendiri selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan,” tegas sumber.

Belum ada komentar lagi dari AS soal ini. Pihak Rusia juga tak memberi pernyataan baru.[CNBC Indonesia]



Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari Samudrapost.com. Ayo bergabung di Grup Telegram "Samudra Post", caranya klik link https://t.me/samudrapost, kemudian join. Install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel, dan nikmati berbagai kemudahannya !


Facebook Comment

Berita terkait