Google Doodle Tampilkan Siti Latifah Herawati Diah, Siapa Dia?

 Google Doodle Tampilkan Siti Latifah Herawati Diah, Siapa Dia?

Google Doodle Tampilkan Siti Latifah Herawati Diah

Jakarta – Hari ini 3 April 2022, Google Doodle menampilkan sosok perempuan dengan pose berberda. Namun siapakah wanita tersebut? namanya adalah Latifah Herawati Diah dan juga untuk memperingati hari ulang tahunnya ke-105.


Mengapa sampai Google Doodle menampilkan Latifah Herawati Diah? karena merupakan sebagai perayaan warisan dan juga sebagai jalan yang ia rintis untuk perempuan di Indonesia. Siti Latifah Herawati Diah merupakan sebagai seorang jurnalis perempuan di Indonesia.

Bukan hanya sebatas itu saja, ia juga menjadi saksi sekaligus pelaku dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Selain dikenal sebagai tokoh pers, Siti Latifah Herawati juga dikenal sebagai istri dari mantan Menteri Penerangan yaitu B.M. Diah.


Baca juga :  Film Marauders Dan Rahasia Dibalik Perampokan Bank

Sebagai seorang jurnalis wanita, Siti Latifah Herawati Diah juga menjadi salah satu saksi hidup dalam peristiwa dikirimnya delegasi perempuan Indonesia ke India pada tahun 1947.

Dirinya juga sempat dikirim sebagai salah satu delegasi, serta mendapatkan kesempatan terhormat untuk bertemu secara langsung dengan Bapak Kemerdekan India yaitu Mahatma Ghandi. Siti Latifah Herawati Diah, lahir dari pasangan Raden Latip, seorang dokter yang bekerja di Billiton Maatschappij, dan Siti Alimah.

Baca juga :  Utang Luar Negeri Indonesia Mencapai US$ 422,6 miliar

Ia juga menempuh pendidikan tinggi di American High School di Tokyo, Jepang, kemudian melanjutkan ke Amerika Serikat untuk belajar sosiologi di Barnard College yang berafiliasi dengan Universitas Columbia, New York dan lulus pada tahun 1941.

Ketika tahun 1942, dirinya kembali ke Indonesia, kemudian menjadi wartawan lepas kantor berita United Press International (UPI). Siti Latifah Herawati Diah kemudian menjadi penyiar di radio Hosokyoku, lalu menikah dengan B.M. Diah, yang saat itu bekerja di koran Asia Raja.

Baca juga :  Update Corona di Indonesia 9 April, 3.293 Positif, 280 Meninggal & 252 Sembuh

Namun pekerjaannya sebagai jurnalis tidak hanya sebatas itu saja, ketika tanggal 1 Oktober 1945, B.M. Diah bersama istrinya Herawati mendirikan dan mengembangkan Harian Merdeka, kemudian mendirikan The Indonesian Observer, koran berbahasa Inggris pertama di Indonesia pada tahun 1955.

Berita duka data pada 30 September 2016, Siti Latifah Herawati Diah menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, karena usia yang sudah sepuh dan mengalami pengentalan darah dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, di samping makam suaminya, B.M. Diah.



Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari Samudrapost.com. Ayo bergabung di Grup Telegram "Samudra Post", caranya klik link https://t.me/samudrapost, kemudian join. Install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel, dan nikmati berbagai kemudahannya !


Facebook Comment

Berita terkait