Cucu Sultan Aceh Ultimatum Wali Nanggroe & MAA

 Cucu Sultan Aceh Ultimatum Wali Nanggroe & MAA

Banda Aceh – Cucu Sultan Aceh yang juga Pemimpin Darud Donya, Cut Putri mengultimatum keras Majelis Adat Aceh (MAA), Wali Nanggroe Aceh, serta para pihak lainnya.


Cucu Sultan Aceh ini mengingatkan, agar jangan sembarangan memberikan gelar Kesultanan Aceh sesuka hati kepada siapapun dan merusak Adat Aceh.

“Kami menegur keras para pihak yang menjadikan gelar Teuku dan Cut sebagai mainan, dan diberikan sembarangan kepada siapa saja, padahal itu adalah gelar warisan dan keturunan,” tegas Cut Putri yang merupakan Cucu Sultan Jauharul Alam Syah Johan Berdaulat Zilullah Fil Alam.


Menurut dia, pemberian gelar sembarangan itu adalah penghinaan besar bagi kehormatan harkat dan martabat Bangsa Aceh.

Baca juga :  Ini Fakta Tentang Nissa Sabyan

Cut Putri mengatakan hanya seorang Sultan Aceh yang berhak memberikan gelar Teuku dan Cut kepada orang yang berjasa kepada Kesultanan Aceh di era masa lampau.

Ia menyebut, siapapun yang mengaku sebagai Teuku dan Cut, harus dapat membuktikan silsilah keturunannya dan memperlihatkan arakata silsilah yang diakui Kesultanan Aceh Darussalam.

“Seseorang tidak bisa sembarangan mengaku sebagai seorang Teuku, karena Teuku dan Cut adalah gelar orang berkaum, yang saling mengenal satu sama lain selama bergenerasi-generasi, sehingga sangat mudah mendeteksi seorang Teuku palsu,” katanya.

Darud Donya telah mengadakan penelusuran dan menemukan berbagai pihak yang memakai gelar Teuku dan Tuanku yang ternyata gelar itu adalah palsu.

Baca juga :  Bima Arya Sempat Dikabarkan Meninggal Ternyata Hoax

Hal itu dikarenakan mereka tidak dapat dipertanggungjawabkan silsilahnya.
“Teuku dan Cut bukan gelar yang dapat diberikan oleh siapa saja kepada siapa saja, sebab gelar tersebut adalah anugerah Sultan Aceh Darussalam yang berhubungan dengan nasab, kecuali para Teuku yang diangkat oleh Kaphe Belanda,” kata Cut Putri.

Ia menjelaskan bahwa gelar Teuku dan Cut adalah gelar turunan, sebagaimana gelar Sayed dan Syarifah untuk keturunan Nabi.

Cucu Sultan Jauharul Alam Syah Johan Berdaulat Zilullah Fil Alam menegaskan bahwa, jika gelar Teuku dan Cut di berikan sebagai gelar oleh orang luar yang bukan keturunan, kepada orang luar Aceh maka itu adalah pengkhianatan dan penghinaan bagi Adat Istiadat Aceh

Baca juga :  Cerita PSK Online Tidak Menyangka Pelanggannya Tetangga Rumah Sebelah

Adat Istiadat Aceh adalah kehormatan dan marwah Aceh yang wajib dikawal.

Maka pemberian gelar Kesultanan Aceh secara sembarangan yang tidak sesuai dengan adat Aceh adalah tertolak.

“Maka mari bersama jaga dan hormati Adat Istiadat Aceh. Ini adalah Negeri Aceh, tempat terhormat Qanun Meukuta Alam Paduka Meureuhom Sultan Iskandar Muda Perkasa Alam Darmawangsa Tun Pangkat”, peringat tegas Cucu Sultan Aceh Darussalam itu.

Para pahlawan Aceh zaman dahulu mempertaruhkan nyawanya, untuk mendapatkan gelar Teuku dan Ulebalang dengan melawan Bangsa Kafir Imperialis, membela tegaknya kedaulatan Islam di Negara Aceh Darussalam.[aceh.tribunnews]



Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari Samudrapost.com. Ayo bergabung di Grup Telegram "Samudra Post", caranya klik link https://t.me/samudrapost, kemudian join. Install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel, dan nikmati berbagai kemudahannya !


Facebook Comment

Berita terkait