Tokoh Berdarah Batak yang Pernah Menjadi Wali Kota Medan

 Tokoh Berdarah Batak yang Pernah Menjadi Wali Kota Medan

Medan – Walikota Medan adalah kepala daerah yang membantu dan melayani permasalahan pada masyarakat Kota Medan.


Terdapat deretan putra Batak yang pernah menjabat sebagai Walikota Medan yang memiliki segudang prestasi yang membanggakan.

Berikut sosok yang pernah menjadi sebagai Walikota Medan yang berdarah Batak miliki segudang prestasi :


1. Luat Siregar

Luat Siregar lahir di Sipirok (28 November 1908), adalah Walikota Medan ke-1 dengan masa jabatan periode tahun 1950 hingga 1953.

Luat alumni dari Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Sipirok, selanjutnya menempuh pendidikan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs Batavia yang lulus tahun 1926, dan melanjutkan sekolahnya ke Algemeene Midddelbare School.

Setelah lulus sekolah, ia melanjutkan pendidikan ke sekolah hukum dan mendapat gelar sarjana hukum di leiden tahun 1934.

Awal karirnya Luat bekerja sebagai Ketua Taman Persahabatan tahun 1936, Anggota Ddewan Kota Medan tahun 1937, dan pernah menjabat sebagai Sekretaris Walikota Medan.

Sepak terjang bidang politik tak diragukan dengan berhasil menjabat sebagai Walikota Medan tahun 1945 yang dilantik oleh Presiden Soekarno.

Selanjutnya dia pernah dipercaya dengan menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Indonesia (KNI) Sumatera Timur tahun 1946, Anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) di Yogyakarta dengan menjadi Ketua DPR tahun 1947.

Dalam tiga tahun, dia juga berhasil menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Sementara dengan masa jabatan 16 Agustus 1950 hingga 19 Februari 1953.

Di masa kepemimpinannya, Luat membentuk sarikat pedagang pribumi di Sumatera Timur, Aceh, dan Tapanuli.

2. Basyrah Lubis

Basyrah Lubis lahir di Huta Godang (8 Januari 1912), adalah seorang Wali Kota Medan ke-7 masa jabatan periode tahun 1961 hingga 1964.

Basyrah adalah adik dari Raja Djunjungan Lubis yang pernah menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara periode tahun 1960-an.

Dia menjabat sebagai Walikota Medan yang dilantik oleh Presiden Soekarno dengan masa jabatan 28 Februari 1961 hingga 30 Oktober 1964.
Basyrah aktif di dunia pendidikan dan pergerakan nasional dengan perjuangan di Sumatera Barat

Baca juga :  Orang-orang di Balik Radio Rimba Raya

3. Roos Telaumbanua

P.R. Telaumbanua lahir di Gunung Sitoli (30 September 1919), adalah seorang Walikota Medan ke-8 masa jabatan periode tahun 1964 hingga 1965.

Awal mula karir di Pemerintahan dengan menjabat sebagai Bupati Kepala Daerah Kabupaten Nias tahun 1946 hingga 1954, Bupati Desentralisasi Perundang-undangan/Otonomi Daerah Sumatera I dan II tahun 1954 hingga 1958, dan Kepala Badan Koordinasi Pemb. Daerah Sumut dengan pangkat Bupati tahun 1958 hingga 1961.

Pada tahun yang sama, Ia menjabat sebagai Residen di Keresidenan Sumatera Timur tahun 1961 hingga 1962 dan Wali Kota Medan dengan mengganti Basyrah Lubis tahun 1964.

Karirnya semakin bersinar dengan menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara ke-8 dengan masa jabatan 16 November 1965 hingga 31 Maret 1967 dengan mengganti Ulung Sitepu.

Selanjutnya dia pernah menjabat sebagai Staf Ahli Mendagri Mendagri, dan Sebagai anggota DPR/MPR-RI tahun 1971 hingga 1977 dari Sumatera Utara.

Roos merupakan Veteran Perang Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mendapatkan sepuluh tanda jasa antara lain, Bintang Gerilya, Pendidikan Militer SESKOAD Reguler Angkatan II 1962 dengan Pangkat terakhir adalah Mayor Tetuler TNI-AD.

4. Agus Salim Rangkuti

Haji Agus Salim Rangkuti adalah seorang Walikota Medan ke-12 yang menjabat selama 10 tahun.

Agus menjadi Walikota Medan periode 1 April 1980 hingga 31 Maret 1985, dan melanjutkan kepemimpinannya periode 1 April 1985 hingga 31 Maret 1990.

5. Rahudman Harahap

Drs. H. Rahudman Harahap, M.M lahir di Gunung Tua (21 Januari 1959), adalah seorang Walikota Medan ke-15 dengan masa jabatan tahun 2010 hingga 2013.

Rahudman adalah anak ketiga dari lima bersaudara dan anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya.

Rahudman alumni dari SD Negeri Padang Sidempuan tahun 1971, lanjut ke SMP Negeri Padang Sidempuan tahun 1974, dan SMA Negeri Padang Sidempuan tahun 1977.

Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah, dia mendaftar sebagai Pegawai Negeri Sipil golongan II/a dengan pangkat Pengatur Muda tahun 1981.

Selama empat tahun kemudian, Rahudman naik golongan menjadi II/b tahun 1985 dan melanjutkan pendidikan dengan jurusan Tata Praja di IIP Jakarta dan lulus tahun 1989.

Baca juga :  Ketua Umum PSI Jadi Perdana Menteri

Selanjutnya dia diangkat menjadi Sekretaris Kecamatan Siantar Barat, Pematang Siantar tahun 1990.

Karirnya semakin bersinar dengan berhasil menjabat sebagai Camat, lalu di tahun 1997 pernah menjabat sebagai Kepala Dinas pasar kodya Daerah Tingkat (DATI II) Pematang Siantar.

Dua tahun kemudian, Ia juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Tapanuli Selatan dan melanjutkan pendidikannya di Universitas Islam Sumatera Utara dengan gelar Magister Manajemen.

Di tahun 2008 Rahudman diangkat sebagai Asisten Pembinaan Hukum dan Sosial di Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumatera Utara, Asisten Administrasi Hukum dan Aset di Setda Sumatera Utara.

Sepak terjang karir semakin bersinar, Ia menjadi Penjabat Walikota Medan dengan menggantikan Afifuddin periode 23 Juli 2009 hingga 16 Februari 2010.

Dia dilantik oleh H. Syamsul Arifin, jabatannya berlanjut hingga tahun 2013 bersama Wakil Walikota Medan yaitu Dzulmi Eldin dengan menggantikan Syamsul Arifin.

6. Akhyar Nasution 

Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si lahir di Medan (21 Juli 1966), adalah seorang Walikota Medan ke-17 dengan masa jabatan tahun 2021.

Akhyar alumni dari SD Negeri 060863 atau 27, lanjut sekolah di SMP Negeri 9 Medan (kini SMP Negeri 11 Medan), lanjut sekolah di SMA Negeri 3 Medan, dan menempuh pendidikan di Universitas Sumatera Utara (USU) jurusan fisika.

Namun Akhyar keluar dan bekerja sebagai staf laboratorium di PT Fajar Hamparan Mas tahun 1995, dan tahun 1988 Akhyar melanjutkan pendidikan S1 Teknik Sipil di Universitas Sumatra Utara.

Awal karir politik Akhyar bermula dengan menjadi Ketua PAC PDI Perjuangan Medan Deli tahun 1998, selanjutnya dia pun melanjutkan pendidikan S2 Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan di Universitas Sumatera Utara.

Selanjutnya dia berhasil menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Medan periode 1999 hingga 2004, Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan Sumatra Utara tahun 2008, dan Wakil Sekretaris Eksternal tahun 2010.

Karir politiknya semakin bersinar dengan berhasil menjabat Wakil Sekretaris Internal tahun 2015 dan menjabat sebagai Wakil Wali Kota Medan karena Dzulmi Eldin ditahan KPK.

Baca juga :  Ketika Amerika Menginvasi Aceh pada 1832

Akhyar mencatatkan sejarah baginya dan Kota Medan dengan memiliki jabatan sebagai Walikota Medan definitif dengan masa jabatan tersingkat hingga 17 Februari 2021.

7. Bobby Nasution

Muhammad Bobby Afif Nasution lahir di Medan (5 Juli 1991), adalah seorang Walikota Medan ke-18 dengan masa jabatan tahun 2021.

Bobby merupakan menantu kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi), suami dari Kahiyang Ayu (anak kedua Jokowi), dan keturunan dari Raja Gunung Baringin Nasution di Panyabungan Timur, Mandailing Natal.

Bobby alumni dari SD Muhammadiyah 02 Pontianak, lanjut sekolah di SMP Negeri 22 Bandar Lampung, dan lanjut sekolah di SMA Negeri 09 Bandar Lampung.

Setelah menyelesaikan pendidikan sekolahnya, dia melanjutkan pendidikannya ke Institut Pertanian Bogor jurusan agribisnis, dan menempuh pendidikan magister di institut Pertanian Bogor jurusan manajemen dan bisnis.

Bobby pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum HIPMI (II) tahun 2019, lalu di tahun 2021 dia menjabat sebagai Walikota Medan ke-18 tahun 2021 dengan menggantikan Akhyar Nasution.

Dalam masa jabatannya, Ia menetapkan lima program prioritas utama yakni penanganan kesehatan, banjir, kebersihan, infrastruktur dan penataan heritage untuk segera dituntaskan guna memberikan ketenangan dan kenyaman bagi masyarakat.

Bobby pun berhasil mendapatkan sejumlah penghargaan yang diraih Pemko Medan, seperti penghargaan kepada Kota Medan sebagai Kota Layak Anak Peringkat Madya tahun 2021 dan penghargaan sebagai pelopor Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA).

Selain itu mendapat penghargaan dari Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia sebagai Smart City kategori Smart Governance, Pemko Medan meraih juara kedua atas pencapaiannya dalam komitmen pengawasan dan pengendalian untuk pemerintah kota dan capaian dalam implementasi penilaian kinerja BKN Award 2021.

Bobby juga meraih piagam penghargaan atas keberhasilan menyusun dan menyajikan laporan keuangan tahun 2020 dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.[Tribun Medan]



Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari Samudrapost.com. Ayo bergabung di Grup Telegram "Samudra Post", caranya klik link https://t.me/samudrapost, kemudian join. Install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel, dan nikmati berbagai kemudahannya !


Facebook Comment

Berita terkait