Polisi Buru Aset Indra Kenz

 Polisi Buru Aset Indra Kenz

Jakarta – Crazy Rich Medan, Indra Kenz telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Bareskrim Polri sejak akhir Februari 2022.


Adapun kasus yang menimpa Indra Kenz yakni dugaan tindak pidana judi online dan/atau penyebaran berita bohong melalui media elektronik dan/atau penipuan, perbuatan curang dan/atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait aplikasi Binomo.

Pascapenetapan tersangka, polisi pun bergerak menyita sejumlah aset Indra Kenz.


Hingga saat ini, barang bukti yang disita di antaranya mobil Tesla, mobil Ferrari, serta tiga unit rumah di kawasan Medan, Sumatera Utara.

Polisi menyatakan nilai aset yang sudah disita dari Indra Kenz sampai saat ini sekitar Rp 43,5 miliar.

Baca juga :  Kronologi Penyelundupan Harley-Davidson di Pesawat Garuda Indonesia

“Total nilai aset yang disita milik IK adalah Rp 43,5 miliar. Nilai total aset yang akan disita Rp 57,2 miliar,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Bareskrim Polri Kombes Pol Gatot Repli Handoko di Mabes Polri pada 11 Maret 2022.

Sementara itu, polisi menyebut ada pengurangan saldo di rekening milik Indra Kenz. Hal itu terbongkar saat penyidik Bareskrim Polri melakukan penyitaan.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan mengatakan, jumlah rekening Indra Kesuma berkurang saat hendak disita oleh penyidik.

Baca juga :  Sepasang Mahasiswa Ketahuan Mesum di Kamar Kos

Whisnu mengatakan, jumlah uang di rekening Indra kini tinggal Rp 1,8 miliar.

“Pada saat kita mau sita, dia kan rekeningnya udah sedikit. Sudah ada yang ajarin tuh. Cuma Rp 1,8 miliar rekeningnya tuh, sudah dipindahin,” kata Whisnu kepada wartawan, Kamis (17/3/2022) dikutip dari Kompas.com.

Menurut Whisnu, penyidik saat ini sedang meminta bantuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi (PPATK) untuk menelusuri pemindahan dana dari rekening Indra.

Setelah mendapat informasi dari PPATK, tim penyidik akan menindaklanjutinya.

“Ini kita lagi minta bantuan PPATK buat melacak rekeningnya ke mana aja. Kita nggak bisa buka rekening kan, yang bisa PPATK,” ucapnya.

Baca juga :  Brigadir J Dipanggil Sambo Masuk ke Rumah Sebelum Ditembak

Sebagai informasi, atas kasus yang menjeratnya Indra Kenz dipersangkakan dengan Pasal 45 Ayat 2 Juncto Pasal 27 Ayat 2 Undang-Undang ITE. Kemudian Pasal 45 Ayat 1 Juncto Pasal 28 Ayat 1 UU ITE.

Kemudian Pasal 3 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU, Pasal 5 Undang-Undang nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU. Selanjutnya Pasal 10 Undang-Undang nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU, serta Pasal 378 KUHP Juncto Pasal 55 KUHP.

Sehingga, Indra Kenz di kasus Binomo terancam hukuman terhadap yang bersangkutan 20 tahun.[Tribun Medan]



Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari Samudrapost.com. Ayo bergabung di Grup Telegram "Samudra Post", caranya klik link https://t.me/samudrapost, kemudian join. Install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel, dan nikmati berbagai kemudahannya !


Facebook Comment

Berita terkait