Open BO Online Marak di Kota Malang, Pesan Pakai Michat Tarifnya Rp 300 Ribu Sampai Rp 1 Juta

 Open BO Online Marak di Kota Malang, Pesan Pakai Michat Tarifnya Rp 300 Ribu Sampai Rp 1 Juta

Malang – Satpol PP Kota Malang telah mengungkap 18 kasus diduga prostitusi online atau Open BO di wilayahnya. Sepanjang operasi di Februari 2022 kemarin 18 wanita tuna susila (WTS) memanfaatkan aplikasi MiChat untuk Open BO. Bukti itu diperkuat temuan aplikasi MiChat di dalam handphone beserta alat kontrasepsi kondom.

Kabid Trantibum Satpol PP Kota Malang, Rahmat Hidayat mengatakan, bahwa pengungkapan ini dilakukan melalui operasi disejumlah titik di Kota Malang. Seperti di Kecamatan Kedungkandang, Lowokwaru, hingga Blimbing.

“Kami mendapatkan 18 WTS yang diduga melakukan Open BO melalui MiChat. Kalau memang berdasarkan pengakuan ada alat bukti MiChat dan kondom dari 18 WTS itu. Tersebar ada di Kedungkandang, Lowokwaru dan Blimbing,” kata Rahmat, Rabu, (16/3/2022).

Baca juga :  Pengusaha di Jakarta Pesan 13 Remaja Putri, Siapa Dia?

Rahmat menuturkan, bahwa tarif yang dipasang oleh pelaku prostitusi online bervariatif. Mulai dari Rp300 ribu hingga Rp1 juta. Hasil dari berita acara pemeriksaan diketahui bahwa mayoritas WTS berasal dari luar Kota Malang. Seperti dari Madura hingga Jawa Tengah.

“Tarifnya itu ada yang Rp1 juta, sampai Rp500 ribu, ada juga yang Rp300 ribu, Rp400 ribu, sampai Rp600 ribu bermacam-macam. Sehari mereka mengaku bisa dua sampai 10 kali main. Ada yang putus sekolah jadi karena faktor ekonomi dan sosial. Banyak dari luar kota, ada yang Madura, Tulungagung dan Jawa Tengah juga ada,” ucap Rahmat.

Baca juga :  Kapolres Lhokseumawe Berikan Penghargaan Kepada 28 Personil

Rahmat menuturkan, bahwa temuan lainnya kenapa banyak yang memanfaatkan MiChat karena para WTS bisa menjajakan dirinya tanpa peran mucikari. Mereka sendiri juga yang menentukan tarifnya. Saat ini pun Satpol PP juga sedang gencar memantau melalui aplikasi MiChat sebelum melakukan operasi penindakan.

“Mereka kebanyakan sendiri-sendiri dan juga ada grupnya, tapi sementara ini tidak ada (mucikari). Jadi saat ini kami gencarkan dan sebagian kita pantau dari aplikasi MiChat karena ini memang bertebaran,” Rahmat.

Baca juga :  Warga Aceh Temukan Bayi Di Dalam Kardus Air Minum Kemasan

Sebelumnya, Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan wilayahnya darurat layanan prostitusi online atau Open BO. Dia pun menginstruksikan seluruh lurah dan camat untuk mendownload aplikasi pesan MiChat karena kerap kali digunakan sebagai media menjajakan layanan esek-esek.

“Itu warning (peringatan) kepada semuanya. Lah itu hanya Kota Malang saya kira mungkin tidak terjadi di kota-kota yang lain (lurah download MiChat). Kalau dulu kan kita punya Kalisari (lokalisasi). Dulu dilokalisir orang datang kesana sungkan (tabuh), sekarang dimana-mana sudah bisa dan ini mengancam pada dekadensi (penurunan) moral,” tandas Sutiaji.[Berita JAtim]


Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari Samudrapost.com. Ayo bergabung di Grup Telegram "Samudra Post", caranya klik link https://t.me/samudrapost, kemudian join. Install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel, dan nikmati berbagai kemudahannya !


Facebook Comment

Berita terkait