Nelayan Aceh Bersatu Tarik Rohingya

 Nelayan Aceh Bersatu Tarik Rohingya

Pengungsi Rohingya saat terdampar di Kota Lhokseumawe, beberapa waktu yang lalu | Foto: Khalilullah, Samudrapost.com

Bireuen – Belasan kapal nelayan dari berbagai daerah di Aceh bersatu menarik kapal yang ditumpangi 120 Rohingya dari tengah laut Bireuen menuju ke Kuala Meureudu, Pidie Jaya.


“Sudah kami tarik sejak pukul 17.00 WIB, besok pagi sampai di Kuala Meureudu, Pidie Jaya. Yang narik semua nelayan Aceh, karena mereka sudah lama dilaut, kami tidak bisa membiarkan mereka (Rohingya-red) disana terlalu lama,” kata Badruddin Panglima Laot Bireuen kepada anteroaceh.com, Rabu (29/12/2021).

Badruddin menerangkan, penarikan tersebut inisiatif pihak nelayan seluruh Aceh, mulai dari Banda Aceh, Pidie , Pidie Jaya dan banyak daerah lain.


Baca juga :  WALHI: Pemerintah Aceh Tidak Perduli Persoalan Lingkungan

Semua bersatu membantu menarik kapal untuk menyelamatkan Rohingya dari cuaca ekstrim laut di titik 43 mil dari bibir pantai Bireuen.

“Sebelum ada keputusan dari pemerintah kami sudah menarik mereka agar tidak tenggelam, karena cuaca di laut saat ini sangat berbahaya. Apalagi kapal mereka dalam kondisi rusak,” katanya lagi.

Ia juga menegaskan akan pasang badan bila ada nelayan yang diproses hukum. Karena tindakan yang dilakukan untuk menyelamatkan manusia yang terancam tenggelam dilaut lepas. Apalagi kondisi Rohingya sudah tiga hari berada di laut Bireuen tanpa status yang jelas.
“InsyaAllah , besok pagi kapal sudah merapat di kuala Meureudu, saat ini saya tidak tahu sudah sampai kemana, karena semua radio nelayan mati dan tidak boleh dinyalakan pada malam hari,” pungkasnya.

Baca juga :  Lagi Imigran Rohingya Di Aceh Meninggal Dunia

Berita sebelumnya, Pemerintah Indonesia akhirnya mengambil keputusan mendaratkan 120 etnis Rohingya yang saat ini masih berada tengah laut kira 43 mil dari perairan Bireuen, Aceh.
Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Inspektur Jenderal Armed Wijaya, mengatakan langkah ini diambil atas nama kemanusiaan.

Baca juga :  Jutaan Rupiah Uang Kotak Amal Masjid di Aceh Raib Dibawa Maling

“Keputusan ini kita buat mempertimbangkan kondisi darurat yang dialami pengungsi di atas kapal tersebut,” ujar Armed yang juga Ketua Satgas Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri (PPLN) di Jakarta, Rabu (29/12/2021).

Katanya, etnis Rohingya di kapal tersebut didominasi oleh perempuan dan anak-anak. Namun belum diketahui pasti jumlah pengungsi yang ada di atas kapal. “Di darat, keseluruhan pengungsi akan screening kesehatan untuk selanjutnya akan dilakukan pendataan dan pelaksanaan protokol kesehatan bagi para pengungsi,” kata Armed.[Antero]

Komentar Facebook

Berita terkait