Perjuangan Zaini Abdullah Saat Kuliah di Kedokteran USU

 Perjuangan Zaini Abdullah Saat Kuliah di Kedokteran USU

Zaini Abdullah saat menyambut kedatangan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edi Purdjianto kala itu, di Bandara Malkussaleh, Aceh Utara.

Siapa yang tidak kenal dengan nama Zaini Abdullah, tentu nama tersebut sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Aceh. Ketika saat masih bergabung dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), ia menjabat sebagai Menteri Kesehatan.


Selain menjabat sebagai Menteri Kesehatan, ia juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Aceh Merdeka. Ketika tahun 2012 lalu, pria kelahiran 24 April 1940 ini, menjabat sebagai Gubernur Aceh untuk periode 2012-2017.

Saat dirinya berhasil menyelesaikan pendidikan SMA pada tahun 1960 lalu, Zaini kemudian melanjutkan pendidikan ke Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, karena memang bercita-cita menjadi dokter.


Baca juga :  Tidak Tahu Pasien Corona, Tenaga Medis RS Arun Lhokseumawe Diisolasi

Sebagaimana dikutip dari buku yang berjudul “Abu Doto Perjuangan Tanpa Akhir”, yang ditulis oleh Mohsa El Ramadan dan Mujahid Ar Razi menyebutkan, kalau Zaini Abdullah memiliki keinginan kuat untuk menjadi dokter.

Keinginan itu dipengaruhi oleh rasa kemanusiaan dan bisa menolong orang lain, sehingga mantan orang nomor di Aceh itu, memilih untuk merantau ke Medan, Sumatera Utara untuk mengapai cita-citanya itu.

Hidup diperantauan tentunya tidak lah mudah, sejumlah tantangan dihidapi olehnya kala itu, sehingga harus berjuang lebih keras, mulai dari kesulitan ekonomi. Bahkan ia juga terpaksa meminjam uang kepada keluarga dekat.

Baca juga :  Dari Pejabat Hingga Wartawan Terpapar Covid-19 Di Bireuen

Karena tidak ingin membebani orang lain, sehingga Zaini Abdullah mulai mencari peluang agar bisa menutupi keuangannya selama menjalani proses kuliah, karena prestasi akdemiknya yang bagus, serta pintar, maka ia menjadi asiste dosen untuk maa kuliah Mikrobologi.

Maka dengan honor yang diperoleh ketika menjadi asisten dosen, hingga Zaini Abdullah bisa bertahan hidup selama berada di Medan, Sumatera Utara, hingga bisa dipergunakan juga untuk biaya pendidikan hingga co-ass.

Baca juga :  Kapan Umat Islam Indonesia Bisa Umrah di Arab Saudi Lagi?

Bukan hanya itu saja, bahkan Hasan Tiro ketika masih berada di Amerika Serikat, juga mengirimkan buku dan diktat ilmu kedokteran kepada Zaini Abdullah. Buku itu dikirimkan melalui perantara saudagar India yang berada di Medan.

Selama menempuh pendidikan di kampus tersebu, Zaini Abdullah juga bergabung dengan sejumlah organisasi, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Kedokteran USU, Ikatan Mahasiswa Aceh (IMA) dan Ikatan Pemuda Pelajar Tanah Rencong (IPTR), serta beberapa oraganisasi lainnya.[Agam]

Komentar Facebook

Berita terkait