Ada Prostitusi Threesome di Semarang, Tarifnya Rp 3 Juta

 Ada Prostitusi Threesome di Semarang, Tarifnya Rp 3 Juta

Semarang – Polisi membongkar praktik prostitusi threesome di Semarang dengan tersangka pria inisial GA (35) dan wanita inisial WI (24). Pasangan itu mematok tarif Rp 3 juta dan melayani pria hidung belang di hotel.

“Saat ada yang tertarik mereka saling chatting, lalu mereka akan janjian ketemu langsung. Lalu si wanitanya itu bertemu dengan calon pelanggannya terlebih dahulu untuk memastikan apakah pelanggannya itu sesuai dengan kriteria atau tidak, usia dipatok maksimal 30 tahun,” kata Kasubdit V/Cyber Ditreskrimsus Polda Jateng Kompol Rosyid Hartanto, Sabtu (20/11/2021).

Baca juga :  Banda Aceh Zona Merah

“Si wanitanya ini pilih-pilih. Kopi darat gitulah, sekiranya cocok kemudian pelanggan transfer uang sejumlah Rp 3 juta ke rekening pelaku. Setelah itu barulah mereka janjian di hotel dan main bertiga,” jelasnya.

Kedua tersangka ditangkap saat akan melayani petugas yang menyamar, di kamar salah satu hotel di Semarang, Jawa Tengah, 8 November 2021.

Sebelumnya, Subdit V/Cyber Ditreskrimsus Polda Jateng mengetahui ada akun Twitter yang menawarkan layanan seks tiga orang itu. Dalam cuitannya, pelaku unggah foto dan video adegan mesum mereka.

Baca juga :  Apabila Perang Dagang Australia-China Terjadi, Siapa Yang Juara?

“Awalnya petugas mendapatkan informasi melalui media sosial Twitter terhadap tawaran seks threesome yang kemudian ditindaklanjuti dengan giat penyamaran dan pembuntutan terhadap tersangka,” jelas Rosyid.

“Setelah terjadi kesepakatan untuk melakukan hubungan seks threesome, petugas yang menyamar bertemu dengan tersangka di kamar hotel yang dipesan oleh tersangka. Tidak berapa lama kemudian dilakukan penangkapan oleh petugas yang menunggu di luar kamar hotel,” lanjutnya.

Baca juga :  Hari Ini, 1,1 Juta Nasabah Bank di Aceh Auto Migrasi ke BSI

Hasil pemeriksaan sementara, GA dan WI mengaku membuka layanan prostitusi threesome sejak Desember 2020. Keduanya juga mengaku sebagai pasangan siri.

“Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas, tersangka mengakui telah melakukan aktivitas tersebut sejak Desember 2020,” jelas Rosyid.

“Kedua pelaku mengaku sebagai pasangan suami istri tetapi siri, namun sampai dengan saat ini tersangka tidak dapat menunjukkan bukti bahwa mereka telah menikah,” imbuhnya.[Detik]

Komentar Facebook

Berita terkait