Pelecehan Seksual di Pesantren, Mengapa Bisa?

 Pelecehan Seksual di Pesantren, Mengapa Bisa?

Ilustrasi

Pesantren merupakan suatu lembaga pendidikan yang lebih berfokus pada pendidikan agama. Oleh karena itu, diharapkan tidak ada kekerasan yang terjadi di dalam pondok pesantren itu sendiri. Tapi nyatanya, banyak siswa-siswi pondok pesantren yang mengaku mengalami kekerasan secara fisik dan seksual. Apa penyebabnya? Simak informasi di bawah ini tentang penyebab terjadinya beragam pelecehan seksual di pondok pesantren.

Menurut informasi yang dilansir situs icrp-online.org, dari tahun 2009 sampai 2012 tercatat ada 85 anak yang mengalami pelecehan seksual di dalam pondok pesantren di Jawa Tengah. Bentuk kekerasan yang kerap terjadi antara lain sodomi, perkosaan, pelecehan seksual dan perkawinan paksa.

Baca juga :  PSBB Jakarta Diperpanjang, Pengusaha Mal Lesu

Penyebab terjadinya kekerasan seksual di pondok pesantren salah satunya adalah fasilitas yang tidak mencukupi di pondok pesantren. Fasilitas yang terbatas seperti tempat tidur dan kamar mandi membuat para santri harus tidur dalam ruangan yang sama dan berdesak-desakan.

Baca juga :  Wanita Ini Jual Bayinya  Karena Tidak Tahu Siapa Bapaknya

Selain itu, tidak heran jika para santri mandi bersama-sama karena keterbatasan jumlah kamar mandi. Hal itulah yang menjadi kesempatan pada pelaku untuk melakukan pelecehan seksual. Apalagi para santri harus menginap di asrama selama proses pendidikan. Kesempatan untuk berbuat menyimpang semakin besar.

Penyebab lainnya adalah keterbatasan sosial para santri terhadap dunia luar, menurut informasi yang dilansir situs suar.okezone.com. Mereka hanya berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama jenis di pondok pesantren. Oleh karena itu, banyak penyimpangan seksual yang terjadi di pondok pesantren seperti homoseksual dan lesbi.

Baca juga :  Berantam Rebutan Cewek, Pria Lhoksukon Ditangkap Polisi

Nah, untuk mengatasi hal ini seharusnya ada kerja sama yang baik antara pengurus dan para pengajar. Para santri juga harus diberi penyuluhan mengenai pendidikan seksual untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual yang berkelanjutan. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat.[Fimela]

Komentar Facebook

Berita terkait