Malaysia Siap Buka Perbatasan Untuk Pelancong

 Malaysia Siap Buka Perbatasan Untuk Pelancong

JAKARTA – Pemerintah Malaysia kini tengah mempertimbangkan pembukaan perbatasan negara untuk pelancong internasional tanpa perlu karantina. Hal ini disampaikan oleh ketua Dewan Pemulihan Nasional Muhyiddin Yassin.
Namun ini hanya berlaku bagi pelancong yang sudah divaksinasi lengkap dari beberapa negara tertentu saja. Saat ini kasus Covid-19 Malaysia memang ada tren mereda.


”Saya berharap pembukaan kembali perbatasan kita, yang merupakan aspek integral dari pemulihan kita, dapat segera dilaksanakan dan aman,” kata Muhyiddin, dikutip dari The Straits Times, Jumat (15/10/2021).

Baca juga :  Dinkes Lhokseumawe: Keluarga Berperan Penting Untuk Penanggulangan Covid-19

Muhyiddin mengatakan rencana pembukaan perbatasan ini sedang dibahas pada pertemuan komite kerja yang dipimpin oleh Perdana Menteri, Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob di hari yang sama.


”Pembukaan akan dilakukan bagi mereka yang divaksinasi lengkap dengan sertifikat vaksin digital yang diakui,” tambahnya.

“Mungkin kami dapat memiliki persyaratan tes swab pra-keberangkatan tetapi kami sedang mencari cara untuk menghilangkan karantina wajib, atau memberlakukan yang lebih pendek. Ini sedang dibahas dan akan diputuskan dalam waktu dekat.”

Baca juga :  Asisten Rumah Tangga Ini Dipaksa Minum Air Mendidih Dan Makan Cabai

Muhyiddin mengatakan pertimbangan ini akan didasarkan pada saling pengakuan sertifikat vaksin seperti yang dilakukan oleh beberapa negara.

Dalam pertemuan tersebut, Muhyiddin juga mencatat fokus lain, salah satunya pemberian bantuan kepada dua kelompok yang paling terkena dampak, yaitu usaha kecil dan menengah (UKM) dan masyarakat kurang mampu.

Baca juga :  Wakil Walikota Tutup Pameran Kota Lhokseumawe

Dia mengatakan satuan tugas khusus akan dibentuk untuk mengidentifikasi sejauh mana industri dan sektor tertentu telah terpengaruh, dan bagaimana mereka dapat dibantu.

Gugus tugas tersebut akan melibatkan Kementerian Keuangan, Bank Negara Malaysia, Kementerian Perdagangan dan Industri Internasional, Kementerian Sumber Daya Manusia dan kementerian terkait lainnya.[CNBC Indonesia]

Komentar Facebook

Berita terkait