Anggota Komisi IX Minta Rachel Vennya Disanksi Tegas

 Anggota Komisi IX Minta Rachel Vennya Disanksi Tegas

JAKARTA – Selebgram Rachel Vennya diduga kabur dari karantina di Wisma Atlet Pademangan sepulang dari Amerika Serikat. Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Aher, meminta Rachel Vennya diberi sanksi tegas.
“Jika memang terbukti kabur dari masa waktu yang ditentukan oleh protokol kesehatan, maka harus diberi sanksi tegas,” kata Netty kepada wartawan, Kamis (14/10/2021).


Netty meminta pemerintah tidak membiarkan peristiwa kaburnya Rachel Vennya. Dia mengatakan Rachel Vennya merupakan selebgram yang harus memberi contoh.

“Jangan ada pembiaran dan pembedaan sikap kepada siapa pun itu. Apalagi yang melakukan ini seorang public figure yang banyak dijadikan contoh oleh masyarakat,” ujarnya.


Ketua DPP PKS ini meminta pemerintah harus bertindak tegas. Dia mengatakan tindakan tegas diperlukan demi mencegah kecemburuan sosial di masyarakat.
“Selain itu, kalau tidak ada sanksi yang tegas dari pemerintah, dikhawatirkan akan menimbulkan kecemburuan sosial. Jangan sampai rakyat berpikir bahwa pemerintah pilih-pilih dalam memberikan sanksi. Kalau ini yang terjadi, rakyat akan masa bodoh dengan ketentuan protokol kesehatan,” tuturnya.

Baca juga :  Geger, Ditemukan Virus Flu Burung Varian Baru di China, 2 Orang Terpapar

Anggota Komisi IX Fraksi PKB Arzeti Bilbina mengatakan semua aturan harus berlaku sama untuk seluruh warga Indonesia tanpa terkecuali. Dia menegaskan semua pihak harus mematuhi aturan yang berlaku.

“Hukum itu berlaku bagi seluruh rakyat Indonesia. Siapa pun dia harus taat hukum. Kita kan negara hukum,” ujarnya.

Apalagi, katanya, pemerintah telah membuat surat edaran yang bersifat mengikat. Dia mengatakan semua elemen masyarakat dan pejabat pemerintah sekalipun harus menaati aturan yang ada.

“Berdasarkan undang-undang masa karantina, WNA maupun WNI yang melakukan perjalanan internasional harus melakukan karantina selama 14×24 jam. Berlaku bagi mereka yang datang dari negara yang mengalami lonjakan kasus COVID-19. Sedangkan bagi WNA dan WNI dari negara dengan eskalasi kasus positif COVID-19 rendah, harus karantina selama masa 8×24 jam,” ujarnya.

“Seperti yang tertuang dalam Keputusan Ketua Satgas Penanganan Nomor 12 Tahun 2021 yang diteken oleh Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Ganip Warsito pada 15 September 2021. Jadi semua warga harus menaati peraturan tersebut, tanpa kecuali,” sambung Arzeti.

Baca juga :  Diduga Hina Agama Melalui Medsos, Ormas Islam di Medan Beraksi

Rachel Vennya Kabur dari Karantina
Selebgram Rachel Vennya diduga kabur dari karantina kesehatan setelah melakukan perjalanan dari Amerika Serikat. Kaburnya Rachel Vennya diduga melibatkan oknum TNI berinisial FS.

“Saat ini pihak Kodam Jaya sedang dalam proses penyelidikan terkait berita kaburnya selebgram Rachel Vennya dari karantina di RSDC Wisma Atlet Pademangan, pemeriksaan yang dilakukan dimulai dari hulu sampai ke hilir,” kata Kapendam Jaya Kolonel Herwin BS dalam keterangan tertulis, Rabu (13/10/2021).

Kolonel Herwin menjelaskan Kodam Jaya selaku Kogasgabpad COVID-19 menjelaskan pemeriksaan dimulai dari bandara sampai di RSDC Wisma Atlet Pademangan. Setelah merunut kejadian kaburnya Rachel Vennya, ditemukan ada keterlibatan oknum.

“Dari hasil penyelidikan sementara, terdapat temuan bahwa adanya oknum anggota TNI bagian pengamanan Satgas di Bandara yang melakukan tindakan nonprosedural,” ucap Kolonel Herwin.

Kolonel Herwin memaparkan Keputusan Kepala Satgas COVID 19 Nomor 12/2021 pada 15 September 2021 menyatakan yang berhak mendapat fasilitas repatriasi karantina di RSDC Wisma Pademangan adalah pekerja migran Indonesia (PMI), pelajar atau mahasiswa Indonesia setelah mengikuti pendidikan atau melaksanakan tugas belajar dari luar negeri, dan pegawai pemerintah yang kembali ke Indonesia setelah perjalanan dinas dari luar negeri. Rachel Vennya tak termasuk ketiganya.

Baca juga :  Artis Cantik Twindy Rarasati Positif Covid-19

“Pada saat pendalaman kasus, ditemukan adanya dugaan tindakan nonprosedural oleh oknum anggota pengamanan Bandara Soetta (TNI) berinisial atas nama FS, yang telah mengatur agar selebgram Rachel Vennya dapat menghindari prosedur pelaksanaan karantina yang harus dilalui setelah melakukan perjalanan dari luar negeri,” terang Herwin.

Setelah ditemukan keterlibatan oknum, Pangdam Jaya selaku Pangkogasgabpad COVID-19, Mayjen TNI Mulyo Aji, memerintahkan penyidikan terhadap FS. Kolonel Herwin menyebutkan Mayjen Mulyo Aji meminta proses pemeriksaan dilakukan cepat.

“Penyelidikan juga akan dilakukan terhadap tenaga sektor kesehatan, tenaga pengamanan, dan penyelenggara karantina lainnya agar diperoleh hasil yang maksimal sebagai bahan evaluasi sesuai dengan SE Satgas COVID-19 Nomor 18 Nomor 2021 yang mana bahwa tamu atau warga yang baru datang dari luar negeri wajib melaksanakan karantina selama 8×24 jam,” kata Herwin.[Detik]

Komentar Facebook

Berita terkait