Siswi SMK di Aceh Harus Dilarikan ke Rumah Sakit Usai di Vaksin

 Siswi SMK di Aceh Harus Dilarikan ke Rumah Sakit Usai di Vaksin

Kana Darasa Nazwa, Salah seorang siswa SMK Negeri I Lhokseumawe, terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Bunga Melati | Foto: Istimewa


LHOKSEUMAWE – Salah seorang siswa SMK Negeri I Lhokseumawe, terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Bunga Melati kota itu, ketika usai dilakukan vaksin Covid-19. Peristiwa itu terjadi pada 21 September 2021.


Siswi tersebut bernama Kana Darasa Nazwa, ketika selesai dilakukan vaksin, ia mengalami mual, muntah, serta sesak nafas.

Orang tua siswi tersebut, Aji Usman mengatakan, ketika pulang kerumah, ia melihat Kana Darasa Nazwa kondisinya lemas muntah dan sesak nafas, serta kaku, bahkan ketika diajak berbicara tidak merespon sama sekali.


Baca juga :  Polda Aceh Sebut Masyarakat Semakin Antusias Ikut Vaksinasi Massal

“Waktu itu saya lihat kondisi lemas dan kaku begitu, saya ajak dia bicara tapi tidak merespon sama sekali, makanya langsung saya bawa ke rumah sakit,” ujar Aji Usman, Kamis, 23 September 2021.

Aji Usman menambahkan, anaknya itu disuntik oleh vaksin oleh pihak sekolah tanpa ada persetujuan darinya, padahal ia telah memberikan informasi kalau anaknya tersebut tidak bisa divaksin karena ada riwayat penyakit sesak nafas.

Baca juga :  300 Kasus Covid-19 Di Aceh Tamiang

“Saya sudah informasikan jauh-jauh hari sebelumnya,” tutur Aji.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK 1 Lhokseumawe, Irwan Spd,mengatakan, dirinya baru mengetahui tentang kejadian itu pada Selasa, 22 September 2021, malam, diberitahukan oleh petugas kesehatan.

Baca juga :  Utang Luar Negeri Indonesia Mencapai US$ 422,6 miliar

Ia menyebutkan kalau tidak ada pemaksaan untuk melakukan vaksin di sekolah, mengenai informasi tentang vaksin tersebut, pihaknya juga telah memberitahukan kepada wali murid melalui grup Whatsapp.

“Memang pernyataan secara tertulis tidak ada dan telah dikirimkan imbauan melalui wali kelas masing-masing, apabila dibuat surat pernyataan, maka nantinya terkesan penekanan,” ungkap Irwan.

Komentar Facebook

Berita terkait