Singapura Laporkan Lumpuh Wajah Terkait Vaksin Sinovac

 Singapura Laporkan Lumpuh Wajah Terkait Vaksin Sinovac

JAKARTA – Otoritas kesehatan Singapura melaporkan tentang efek samping yang dianggap serius dari vaksin Sinovc, yaitu dengan terjadinya lumpuh wajah, vaksin Sinovac juga digunakan sebagai vaksin Covid-19 di negara singa itu.


Baca juga :  Polda Aceh Sebut Masyarakat Semakin Antusias Ikut Vaksinasi Massal

Sebagaimana yang dikutip dari detik.com, maka Otoritas Ilmu Kesehatan (HSA) Singapura menyebutkan kalau pihaknya telah melakukan pencatatan, terhadap 5 laporan yang menjadi dugaan efek samping serius vaksin Sinovac dan salah satunya adalah laporan tentang Bell’s Palsy.

“Efek samping yang serius dari vaksin Sinovac ini akan terus diamati usai divaksinasi,” ujar HSA.


Bell’s Palsy adalah kondisi dimana terjadi kelumpuhan mendadak terhadap otot wajah dan kondisi tersebut sifatnya sementara, serta bisa sembuh dengan pengobatan yang tepat. Memang penyebab pastinya masih belum diketahui, tapi sejumlah pihak menyakini kalau penyebabnya akibat pembengkakan dan peradangan saraf yang mengontrol otot-otot di wajah.

Maka Bell’s Palsy cukup jarang terjadi pada vaksinasi Covid-19, bahkan ada studi di Hong Kong yang menyebutkan kalau adanya risiko Bell’s Palsy pada penerima vaksin Sinovac.
Berikut ini merupakan sejumlah gejala Bell’s Palsy:

Baca juga :  Wolfsburg Vs Bayern, Die Roten Pesta Gol

–          Nyeri di sekitar rahang atau di dalam atau di belakang telinga
–          Kelemahan ringan hingga kelumpuhan total di satu sisi wajah
–          Produksi air liur meningkat.
–          Wajah terkulai dan kesulitan membuat ekspresi wajah, seperti menutup mata atau tersenyum

Komentar Facebook

Berita terkait