Rehab Rumah Duafa Tidak Sesuai Anggaran, Kepala Desa di Aceh Dijebloskan ke Penjara Karena Dugaan Korupsi

 Rehab Rumah Duafa Tidak Sesuai Anggaran, Kepala Desa di Aceh Dijebloskan ke Penjara Karena Dugaan Korupsi

LHOKSEUMAWE – Kepala Desa Paya Bilie, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Muhammad Suheri (31), kini terpaksa mendekam di Rumah Tahanan Polres Lhokseumawe, karena dugaan telah melakukan korupsi dana desa tahun 2020.


Kepala Seksi Intelijen, Kajari Kota Lhokseumawe, Miftah mengatakan, kepala desa tersebut akan menjalani kurungan salam 20 hari di rumah tahanan tersebut. Proses penahanan itu terpaksa dilakukan karena untuk menghindari tersangka melarikan diri, serta menghilangkan barang bukti.

Baca juga :  Penyelidikan KPK di Aceh Masih Berlanjut

“Saat ini penyelidik sedang melengkapi berkas perkaranya dan apabila sudah lengkap, maka langsung dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Banda Aceh,” ujar Miftah, Kamis, 9 September 2021.


Miftah menambahkan, dugaan penyelewengan dana desa tersebut, berupa proyek rehab rumah duafa yang tidak sesuai anggaran yang telah ditentukan, pemasangan lampu penerangan jalan tidak sesuai aturan, dan pengadaan sepeda motor desa yang  menggunakan nama pribadi kepala desa.

Baca juga :  Petugas Gabungan Di Aceh Timur Patroli Protokol Kesehatan

Bukan hanya itu saja, bahkan pajak yang telah dikumpul di desa dan ternyata ternyata tidak disetorkan kepada kas daerah, serta terjadi penyalahgunaan anggaran sisa anggaran tahun 2020. Pihak Inspektorat Kota Lhokseumawe juga telah melakukan perhitungan kerugian negara sekitar Rp 350 juta.

Baca juga :  Pembunuhan Di Aceh Timur, Pelaku Perkosa Sambil Pukul Kepala Korban Dengan Besi

“Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan Inspektorat Kota Lhokseumawe, maka kerugian negara sekitar Rp 350 juta,” tutur Miftah.

Komentar Facebook

Berita terkait

Redaksi menerima tulisan opini dan konten jurnalis wargaKirim
+