Ketua KIP Aceh Barat Daya Jadi Tersangka Karena Main Judi di Kebun Sawit

 Ketua KIP Aceh Barat Daya Jadi Tersangka Karena Main Judi di Kebun Sawit

ACEH BARAT DAYA – Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Provinsi Aceh berinisial SA bersama rekannya resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus judi kartu oleh pihak kepolsian setempat.


Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Abdya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Muhammad Nasution melalui Kasatreskrim Iptu Rivandi Permana, pada Kamis 16 September 2021 di Mapolres setempat, membenarkan informasi tersebut.

“Ia benar, oknum pejabat KIP Abdya dan rekan-rekannya sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Adapun proses hukum terhadapnya, saat ini dalam proses sidik,” kata Iptu Rivandi, dikutip Kureta pada Kamis, 16 September 2021.


Baca juga :  Kemenang Akan Gelar Sidang Isbat Secara Online

Diberitakan sebelumnya, Tim Reserse Kriminal Polres Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Provinsi Aceh berhasil menangkap tujuh tersangka perjudian dalam sebuah insiden pengerebekan di kebun sawit di Desa Alue Pisang, Kecamatan Kuala Batee, kabupaten setempat pada Kamis 9 September 2021 sekira pukul 17.00 WIB.

Dari ke tujuh terduga perjudian itu, satu diantaranya oknum Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) berinisial SA. Terduga satu lagi adalah oknum guru. Sementara tiga pelaku lain berhasil melarikan diri dan sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Baca juga :  Ustaz SMT Ini, Cabuli 34 Santriwati di Pondok Pesantren

Kapolres Abdya AKBP Mohammad Nasution melalui Kanit Tipiter Reskrim, Aipda Fajaruddin, membenarkan hal itu. Dia menjelaskan, oknum komisioner KIP Abdya yang ditangkap karena terlibat perjudian itu berinisial SA (49 tahun).

“Ada satu oknum guru sekolah, sisanya atau lima lainnya warga setempat,” kata Aipda Fajaruddin, Jumat 10 September 2021.

Dalam peristiwa itu, polisi menyita dua set kartu joker merek kim fish, uang tunai dengan total keseluruhan senilai Rp 7 jutaan, satu lembar terpal plastik warna biru dan satu lembar terpal plastik warna hitam yang digunakan sebagai tikar.

Baca juga :  Kenderaan Mewah Doni Salmanan Diangkut Truk Towing dan Dikawal Polisi

“Mereka itu sebagian warga Kecamatan Kuala Batee dan warga Kecamatan Babahrot,” kata dia.

Fajaruddin mengatakan, SA sebenarnya sudah berhasil melarikan diri saat proses pengerebekan berlangsung. Dia datang langsung ke Mapolres untuk menyerahkan diri sekira pukul 23.00 WIB.

Semua tersangka akan dijerat dengan pasal 19 qanun Aceh nomor 6 tahun 2004 tentang hukum jinayat dengan ancaman uqubat cambuk paling banyak 30 kali atau penjara paling lama 30 bulan,” kata dia.[Kureta]

Komentar Facebook

Berita terkait