Kasus Prostitusi Anak yang Pernah Mengemparkan Aceh

 Kasus Prostitusi Anak yang Pernah Mengemparkan Aceh

BANDA ACEH – Sejumlah warga yang tinggal di salah satu Desa di Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, mengerebek salah satu rumah kosong dan menemukan tiga pasangan muda-muda di rumah tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 1 Oktober 2020 lalu, hal yang mengejutkan kalau pasangan terseut sedang melakukan pesta seks di rumah itu dan empat diantaranya masih di bawah umur, masing-masing berusia  14, 15, 16, dan 17 tahun, ada yang berusia 19 dan 18 tahun.

Baca juga :  Japfa Bangun Pabrik Penetasan Telur di Aceh

Usai melakukan pengerebekkan, warga langsung menghubung Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah/ Polisi Syariah setempat dan keesokan harinya pada Jumat, 2 Oktober 2020, tiga pasangan diserahkan pada Polres Pidie karena terlibat anak di bawah umur.

Baca juga :  Polres Lhokseumawe Amankan 22 Pemain Judi Online Chip High Domino

Ketika dilakukan pengembangan, sehingga adanya fakta baru yang ditemukan, yaitu mereka termasuk dalam jaringan prostitusi anak dan menurut pengakuan dari anak yang di bawah umur itu, mereka juga telah diperdagangkan oleh mucikari.

Pihak kepolisian akhirnya berhasil mengamankan tiga tersangka, yaitu RR (39) merupakan sebagai ibu rumah tangga dan dirinya berperan sebagai mucikari dan dua pria I warga Pidie dan D warga Banda Aceh, yang menggunakan jasa prostitusi anak tersebut.

Baca juga :  Besok, Aceh vs Papua Berhadapan Final Sepak Bola PON Papua 2021

Sebagaimana dikutip dari Kumparan, Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak (KPPA) Aceh, Firdaus D Nyak Idin, menyebutkan, kasus prostitusi anak yang terjadi di Pidie tersebut bukanlah kasus yang pertama.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh pihaknya, maka sebelumnya pernah terjadi di Meulaboh, Aceh Barat, pada 2018.

Komentar Facebook

Berita terkait