Ilmuwan Ungkap Adanya Kiamat Internet di Bumi Akibat Badai Matahari

 Ilmuwan Ungkap Adanya Kiamat Internet di Bumi Akibat Badai Matahari

JAKARTA – Sejumlah ilmuwan mengungkap adanya kiamat internet di Bumi. Mereka menjelaskan temuan itu dalam penelitian terbaru dari konferensi komunikasi data SIGCOMM 2021.
Dalam penelitian disebutkan adanya potensi badai Matahari ekstrim dan bisa membuat internet terputus. Selama ini kabut partikel magnet dari Matahari dilindungi oleh perisai magnet Bumi.


“Apa yang benar-benar membuat Saya berpikir tentang ini adalah bahwa dengan pandemi kita melihat betapa tidak siapnya dunia. Tetapi ada protokol untuk menanganinya secara efektif, dan itu sama dengan ketahanan internet,” ujar Abdu Jyothi, asisten profesor di University of California.

Baca juga :  Ini Metode Beli Paket Telkomsel 10 GB Dengan harga Rp 22. 000

Namun menurutnya, infrastruktur yang tersedia saat ini tidak siap menghadapi fenomena Matahari dalam skala besar.


“Namun, infrastruktur kita tidak siap untuk peristiwa Matahari skala besar,” terang Abdu Jyothi seperti dikutip dari Live Science, Jumat (10/9/2021).

Peristiwa badai Matahari ekstrim dapat menimbulkan geomagnetik di Bumi. Bahkan dapat mempengaruhi kabel internet di bawah laut yang menghubungkan antar benua.

Kabel tersebut memiliki repeater yang bisa meningkatkan sinyal optik, dan jaraknya sekitar 30-90 mil.

Negara yang pertama kali akan tedampa saat terjadi badai geomagnetik dahsyat seperti Amerika Serikat dan Inggris serta negara yang berada di lintang tinggi. Dampak ekonomi juga kan terjadi saat akses internet terganggu.

Baca juga :  Yang Perlu Kamu Tahu Tentang Chipset Qualcomm Snapdragon 888

“Dampak ekonomi dari gangguan internet selama sehari di AS diperkirakan mencapai US$7 miliar lebih. Bagaimana jika jaringan tetap tidak berfungsi selama berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan?” jelasnya.

Dia menyarankan untuk operator jaringan bisa meletakkan lebih banyak kabel di garis lintang rendah. Selain itu mengembangkan tes ketahanan dengan fokus untuk kegagalan jaringan skala besar.

Namun fenomena ini terjadi jarang sekali sebab badai Matahari ekstrem berpeluang 1,6% hingga 12% per dekade. Badai matahari yang tercatat dalam sejarah pada 1859 dan 1921.

Baca juga :  Untuk Menggulangi Covid-19, Aplikasi-Aplikasi Asli Indonesia Ini Bisa Kamu Gunakan

Dalam kejadian sebelumnya bernama Peristiwa Carrington membuat gangguan geomagnetik begitu parah di Bumi serta membuat kabel telegraf terbakar. Selain itu fenomena yang hanya terjadi di dekat kutub planet, aurora terlihat di wilayah dekat khatulistiwa Kolombia.

Dalam skala kecil, badai pada Maret 1989 juga dapat membuat gangguan internet. Saat itu internet padam di seluruh Quebec Kanada dalam waktu sembilan jam.[CNBC Indonesia]

Komentar Facebook

Berita terkait