Guru Pondok Pesantren Ini Cabuli 12 Santri

 Guru Pondok Pesantren Ini Cabuli 12 Santri

PALEMBANG – Sungguh memalukan tindakan yang dilakukan guru Ponpes di kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan ini. Hanya demi kepuasan seksnya dia mencabuli belasan santri yang harusnya dididik.

Pelaku Junaidi (22), yang melakukan tindakan asusila dengan ancaman kurungan dan iming-iming uang puluhan ribu.

Beruntung, aksi bejatnya ini terbongkar, setelah salah satu korban berani bercerita pada orang tuannya. Dari laporan korban ini, Subdit IV Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) melakukan penangkapan, Selasa (14/9/2021).

Baca juga :  DPP HIPMA MPH Ikut Berkontribusi Dalam Membantu Petani

Dalam pengakuannya, aksi ini sudah berlangsung selama sebulan terakhir, dengan 12 korban santri. Tindakan tersebut dilakukan karena ingin memenuhi kebutuhan seks belaka.

” Saya melakukannya, karena ingin mendapatkan kepuasan,” katanya Rabu (15/9/2021) kemarin.

“Merasa penasaran, sehingga saya melakukan hal tersebut selama setahun ini,” tambah Junaidi.

Warga Jalan Adam Dusun Trimulyo Kelurahan, Marta Jaya Kecamatan, Lubuk Raja telah bekerja selama dua tahun di Ponpes yang terkenal di kabupaten Ogan Ilir tersebut.
Dirkrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Sialagan di dampingi Kasubdit PPA Kompol Masnoni mengatakan sebanyak 12 orang santri yang mengakui telah menjadi korban.

Baca juga :  FOTO : Pemilik Kapal Yacht di Pelabuhan Krueng Geukueh Ternyata Pengusaha di Inggris

Namun dari penyidikan, terdapat kemungkinan adanya korban lainnya.”Dari keterangan sementara, ada enam korban yang dicabuli pelaku, sedangkan enam korban lainya hanya dicium pelaku, disuruh memegang alat kelamin, disuruh mengeluarkan sperma pelaku,” kata ia.

Modus pelaku dengan menghampiri korban yang sedang tertidur. Lalu, korban dipanggil guna menuruti kemauan pelaku. “Jika korban tidak mau menuruti kemuan pelaku maka korban akan diberikan hukuman dengan cara di suruh masuk ke dalam gudang dan di kunci,” katanya.

Baca juga :  Kapan Umat Islam Indonesia Bisa Umrah di Arab Saudi Lagi?

Pelaku diancam pasal 82 ayat 1,2 dan 4 Jo 76 UURI No 17 tahun 2016 tentang perpu no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman lima sampai 15 tahun penjara.[Suara]

Komentar Facebook

Berita terkait