Bermodal Tampan dan Mobil Rental, Pria Ini Tiduri 10 Janda

 Bermodal Tampan dan Mobil Rental, Pria Ini Tiduri 10 Janda

SEMARANG – Seorang pemuda di Kota Semarang, Jawa Tengah, diamankan aparat kepolisian usai memperdaya sejumlah janda.

Bermodal tampang dan mobil rental, pemuda bernama Yandi (28) tersebut memperdaya sedikitnya 10 janda di Kota Semarang.

Tidak hanya membawa kabur uang ratusan juta rupiah, Yandi juga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap para janda yang menjadi korbannya tersebut.

Meski melakukan aksinya di Kota Semarang, Yandi merupakan warga asal Sikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Informasi terkait pengungkapan kasus tersebut disampaikan oleh Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar.

“Ini pengungkapan kasus yang dilakukan oleh tersangka dengan korban spesifik, yakni para janda. Sampai saat ini sudah sepuluh orang janda yang kami mintai keterangan,” tuturnya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari akun Instagram @magelang_raya, Kamis, 16 September 2021.

Baca juga :  Di Aceh, Anak Di Bawah Umum Ditangkap Polisi Karena Edarkan Uang Palsu

Tersangka Yandi, diamankan anggota Satreksrim Polrestabes Semarang pada Rabu, 1 September 2021 lalu.

Penangkapan tersangka dilakukan, berdasarkan adanya laporan yang disampaikan oleh salah satu korban.

Pelapor berinisial A tersebut berprofesi sebagai bidan di Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

“Para korban berkenalan dengan tersangka melalui aplikasi online Tantan. Aplikasi ini sebenarnya untuk mencari jodoh,” kata Irwan Anwar.

Dia menambahkan bahwa Yandi selalu mengganti nama yang dipakai di aplikasi, beberapa nama samaran yang digunakan adalah Reski, Ferizal, Helski, Roni, dan Jayadi.

Baca juga :  Bagaimana Gunung Berapi Hunga - Tonga Ha'apai Meletus dan Mengapa Menyebabkan Peringatan Tsunami

Untuk meyakinkan para korban, tersangka juga naik mobil. Namun, kendaraan roda empat yang digunakannya tersebut merupakan hasil rental.

Yandi juga mengaku sebagai karyawan di sebuah perusahaan ternama di bidang oli, dan masih single atau lajang.

“Setelah intens berkomunikasi, kemudian korban diajak ketemuan,” ucap Irwan Anwar.

Setelah korban terjerat oleh bujuk rayu, Yandi yang bermodal mobil rental itu menjalin asmara hingga berhubungan badan.

Selama kenal dengan Yandi, para korban juga kerap dimintai sejumlah uang dengan alasan untuk modal usaha.

Jika para korban menolak untuk diajak berhubungan badan, mereka akan diancam tidak akan dikembalikan uangnya dan tidak akan dinikahi.

Baca juga :  Selain Begal Payudara, Pria Aceh Ini Juga Sentuh Kelamin dan Rampok Korban

“Sasarannya memang janda yang sudah mapan. Setidaknya ada enam orang (melapor) yang menjadi korban. Semua warga kota Semarang,” ujar Irwan Anwar.

Dia menambahkan bahwa para korban rata-rata berusia muda, dan juga berstatus sebagai janda.

“Ada A, M, B, W, dan D. Rata-rata masih berusia relatif muda. Ada yang kelahiran 1997, 1987, dan 1992. Semua korban berstatus janda,” kata Irwan Anwar.

Korban berinisial A mengaku mengenal tersangka sejak awal Desember 2020, dan sempat diajak tidur serta dimintai uang.

Setelah itu, tersangka justru menghilang. Tak terima dengan kejadian tersebut, korban pun melapor ke Polisi.[Pikiran Rakyat]

Komentar Facebook

Berita terkait