Bapak di Sumatera Utara Tega Bakar Anaknya

 Bapak di Sumatera Utara Tega Bakar Anaknya

MEDAN – Seorang ayah di Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut), tega membakar anak dan kakak iparnya dengan menyiramkan bensin saat kedua korban sedang terbaring. Hal ini dilatari urusan utang piutang.


Pelakunya adalah Irwanto Lubis. Akibat perbuatannya, pria 43 tahun ini terancam hukuman pidana penjara selama 15 tahun, karena sengaja menimbulkan peristiwa kebakaran atau kejahatan mengancam jiwa manusia lain.

Kepala Kepolisian Resor Tapanuli Utara, AKBP Ronald FC Sipayung mengungkap kronologis peristiwa kriminal yang dilakukan warga Desa Lubis, Kecamatan Pagaran, Tapanuli Utara itu, yang tega membakar kakak iparnya hingga kobaran api turut menjilati kulit anaknya sendiri.


Baca juga :  TV Korsel Remix Adzan Untuk Latar Musik Pembukaan Acara Survival Dance

Ronald menyebut, kejadian tragis ini terjadi pada Jumat, 26 Juni 2021 silam sekitar pukul 23.15 WIB. Korban MFS, bersama anak pelaku yang masih duduk di kelas 3 sekolah dasar (SD) dipastikan menderita luka bakar serius.

“Tersangka, Irwanto Lubis, 43 tahun, melakukan aksinya karena kesal dan tersulut emosi setelah istrinya disuruh oleh korban (MFS) untuk meminjam uang kepada orang lain tanpa sepengetahuannya,” ucap Ronald saat dihubungi, Minggu, 26 September 2021.

Ronald melanjutkan, aksi pembakaran terhadap dua korban dilakukan Irwanto saat melihat anaknya dan MFS sedang terbaring di ruang tamu.

Kejadian bermula sekitar pukul 19.30 WIB, malam itu tersangka masuk ke rumah dan marah kepada istri serta korban, karena permasalahan pinjam-meminjam uang yang melibatkan istrinya.

Baca juga :  Viral, Youtube Nodie Wakgenk Lempar Segepok Uang Kepada Badut Pengamen

Irwanto kesal. Dia sempat meluapkan emosi terhadap istrinya. Namun, kemudian tersangka ke luar rumah. Selanjutnya, pada pukul 23.00 WIB, pelaku kembali masuk ke rumah dan menyiramkan bensin ke tubuh MFS dan anaknya.

Istri pelaku dan korban sempat memeluk tersangka dan mempertanyakan maksud. Namun, tersangka tidak dapat dikendalikan nekat melakukan aksinya.

“Biar mati kita semua di sini. Ucap tersangka dan langsung menyulut mancis di tangannya dan melemparkannya ke selimut yang berada di samping korban,” kata Ronald menirukan keterangan tersangka.

Baca juga :  Jelang Pendaftaran, Yuk Lihat Formasi Lengkap CPNS Aceh Timur

Nahasnya, anak pelaku yang sedang terlelap juga ikut terbakar. Istri tersangka sudah berusaha menyelamatkan anak dan kakaknya dengan memberikan kain dan langsung ke luar minta tolong ke warga sekitar.

“Setelah melakukan aksinya, tersangka langsung melarikan diri. Tersangka sudah DPO selama tiga bulan dan menyerahkan diri ke Polres Taput pada 21 September 2021,” ujar Ronald Sipayung.

Atas perbuatan tersangka, kata AKBP Ronald, pelaku dikenakan pasal 187 ayat (1) KUHP tentang tindak pidana sengaja menimbulkan kebakaran/kejahatan terhadap jiwa orang dengan ganjaran hukuman penjara selama 15 tahun.[Kureta]

Komentar Facebook

Berita terkait