7 BUMN Akan Dibubarkan, Termasuk Perusahaan Tempat Jokowi Bekerja Dulu

 7 BUMN Akan Dibubarkan, Termasuk Perusahaan Tempat Jokowi Bekerja Dulu

JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir berencana membubarkan tujuh perusahaan milik negara yang dinilai bermasalah. Jika ketujuhnya dibubarkan, Erick mengatakan karyawan dari perusahaan tersebut akan dipindahkan ke BUMN lainnya.
Meski demikian hingga kini masih belum jelas terkait waktu pemindahan karyawan, mekanisme, hingga target perpindahannya. Hanya saja kebijakan perpindahan ini akan disesuaikan dengan perusahaan yang dituju.


Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan nantinya pegawai dari perusahaan yang dibubarkan, bisa masuk ke BUMN lain dengan bidang yang sama.

“Nasib karyawan yang memungkinkan di bidang yang sama bisa saja dipindahkan ke BUMN lain yang sehat, tapi itupun sesuai dengan kebutuhan BUMN-nya,” ujar Arya dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu (25/9/2021).


Baca juga :  Ratusan Kepala Desa di Aceh Dikarantina

Saat ini menurutnya PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) tengah melakukan pemetaan perusahaan yang akan menjadi tujuan pegawai yang dipindahkan.

“Lagi dipetakan oleh kawan-kawan PPA. Yang penting sesuai peraturan perundang-undangan karena banyak juga BUMN-BUMN ini yang sudah lama tidak beroperasi,” jelasnya.

Sebelumnya Erick mengatakan terdapat sejumlah BUMN yang sudah tidak beroperasi lagi, namun masih memiliki pegawai. Kendati demikian, para pegawai tidak pernah mendapat kejelasan, sehingga Erick akan memberikan kepastian melalui pembubaran tersebut.

Baca juga :  Pupuk Iskandar Muda Berhenti Beroperasi, Ini Sebabnya…

“Dan sekarang kan yang perlu ditutup itu ada 7 yang memang sudah lama tidak beroperasi. Ini kan kasihan juga nasib pegawainya terkatung-katung dan kita kan zalim kalau jadi pemimpin tidak beri kepastian… Di situ ada Iglas, Merpati, Leces, ini hal-hal ya saya rasa kita harus pastikan keputusan ini ada,” kata Erick.

Tujuh BUMN yang akan dibubarkan di antaranya PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), PT Industri Gelas (Persero) atau Iglas, dan PT Istaka Karya (Persero). Kemudian, PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Industri Sandang Nusantara (Persero) atau Insani, PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero) atau PANN, dan PT Kertas Leces (Persero).

Baca juga :  Menteri BUMN Sebut Ada Korupsi Terselubung di PTPN dan Minta Diungkap

Sebelumnya, menurut sumber CNBC Indonesia, beberapa waktu lalu, terdapat tujuh perusahaan sudah tidak beroperasi, ada yang tidak memiliki karyawan bahkan tidak memiliki manajemen.

Disebutkan ketujuh BUMN itu sedang dalam proses restrukturisasi. Proses pembubaran juga akan dilakukan dengan tidak memberikan dampak yang luas, seperti pemutusan hubungan kerja.

Erick mengatakan BUMN yang dimaksud sudah tidak beroperasi sejak 2008 lalu sehingga pembubaran menjadi salah upaya yang yang diambil kementerian.[CNBC Indonesia]

Komentar Facebook

Berita terkait