“Merah Putih”, Film yang Menarik Untuk Ditonton Saat 17 Agustus

 “Merah Putih”, Film yang Menarik Untuk Ditonton Saat 17 Agustus

Film 17 Agustus, Film Merah Putih,  Sinopsi Film Merah Putih



Samudrapost – Tanggal 17 Agustus merupakan sebagai tanggal yang sakral, karena Bangsa Indonesia merayakan HUT Kemerdekaan yang ke 76 tahun, tentunya akan dilakukan Pengibaran Bendera Merah Putih, merupakan sebagai salah satu bentuk menghormati perjuangan.

Dalam menyemarakkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 76 tahun, juga bisa dilakukan dengan pemutaran film-film yang berkisah tentang perjuangan Bangsa Indonesia, serta bagaimana perjuangan pahlawan untuk memerdekakan Indonesia.


Sehingga banyak sekali film yang mengisahkan tentang Pahlawan Indonesia, tentunya alur ceritanya juga sangat menarik, bahkan juga dikemas sangat dramatis, yang membawa kita seolah-olah berada di medan perang.
Film-film perjuangan tersebut memang harus selalu dinonton, agar anak cucu kita tidak akan pernah melupakan nilai-nilai sejarah, serta selalu ingat bagaimana perjuangan para pahlawan kita saat berjuang.

Baca juga :  Parah, Kepala Desa Di Aceh Utara Pesta Sabu Bersama Mantan Kepala Desa

Salah satunya adalah film yang berjudul Merah Putih, film tersebut dirilis pada 13 Agustus 2009 lalu dan disutradarai Yadi Sugandi, serta ditulis oleh Conor Allyn bersama Rob Allyn.

Film Merah Putih ini mengisahkan tentang lima pejuang Indonesia, dengan kondisi yang berbeda, yaitu Lukman Sardi yang berperan sebagai Amir, beragama Islam dan memiliki istri yang bernama Melati yang diperankan oleh Astri Nurdin.

Darius Sinathrya berperan sebagai Marius, merupakan seorang anak priyayi kaya, begitu juga Zumi Zola berperan sebagai Soerono, yang merupakan sebagai temannya Marius, serta mempunyai kaka perempuan dengan nama Senja, yang diperankan oleh Rahayu Saraswati.

Begitu juga dengan Donny Alamsyah yang berperan sebagai Thomas, merupakan pria Kristen yang berasal dari Sulawesi dan ingin menjadi perwira, akibat keluarga-keluarganya dibunuh oleh tentara Belanda, kemudian Teuku Rifnu Wikana yang berperan sebagai Dayan, merupakan pemeluk agama Hindu dari Bali.

Baca juga :  Bagaimana Cara Rakyat Aceh Membeli Pesawat Seulawah?

Film itu berkisah ketika mereka mulai mendaftar untuk masuk sebagai perwira, kemudian diterima dan tinggal di asrama, serta latihan dalam setiap harinya.

Ketika saat berada di asrama, maka Marius dan Thomas sering terjadi pertikaian, mulai saat menyembunyikan kalung salib milik Thomas, kemudian ada ditemukan minuman yang mengandung alkohol kepunyaan Marius oleh perwira tinggi.

Hingga dengan adanya peristia itu, mereka berdua menjadi bersatu dan ketika tiba malam hari, Kapten memanggil Soerono dan Amir.

Hingga Soerono mendapatkan pangkat sebagai Letnan satu dan Amir mendapatkan pangkat sebagai Letnan dua.
Ketika pendidikan usai, semuanya diperbolehkan untuk pulang dan berjumpa dengan keluarga. Namun ketika sedang berkumpung dengan keluarga, tiba-tiba pihak Belanda menyerang, sehingga mereka berjuang untuk mempertahankan tanah air dan menyelamatkan warga.

Baca juga :  Karena Sakit Hati, Warga Aceh Curi 65 Mayam Emas

Film Soekarno

Film lain yang tidak kalah menariknya untuk ditonton saat 17 Agustus adalah, film yang berjudul Soekarno, film tersebut disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan tokoh utamanya adalah Ario Bayu yang berperan sebagai Soekarno.

Awalnya Soekarno diberi nama sebagai Kusno, karena kondisinya sering sakit sakit, sehingga namanya diganti menjadi Soekarno, dengan harapan agar bisa menjadi ksatria dalam pewayangan, layaknya tokoh Adipati Karno.

Harapan orang tuanya tersebut menjadi terkabulkan, ketika berusia 24 tahun, Soekarno mengguncang podium, sambil berteriak: Kita Harus Merdeka Sekarang. Sehingga dirinya dituduh sebagai penghasut dan memberontak, terpaksa mendekam di penjara.

Semangat dan keberanian Soekarno selalu menyala dan tak pernah padam, bahkan pledoinya yang dikenal ‘Indonesia Menggugat’, menyebabkan dirinya harus berada di Ende, lalu ke Bengkulu.

Komentar Facebook

Berita terkait

Redaksi menerima tulisan opini dan konten jurnalis wargaKirim
+